BI Sumbar catat penyaluran kredit perbankan tumbuh 6,27 persen
Padang (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat penyaluran kredit perbankan di Sumbar mencapai Rp83,16 triliun atau tumbuh sebesar 6,27 persen pada triwulan II 2026, atau lebih tinggi 2,65 persen dibandingkan triwulan I 2026 yang mencatat tumbuh 3,62 persen.
“BI mencermati adanya perbaikan penyaluran kredit perbankan di Sumbar pada triwulan II 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan aktivitas intermediasi perbankan dibandingkan periode sebelumnya,” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram di Padang, Jumat, dalam Laporan Perekonomian Sumbar periode Agustus 2026.
Ia menyebut peningkatan penyaluran kredit tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan kredit investasi yang mencapai 16,74 persen atau lebih tinggi 2,98 persen dibandingkan triwulan I yang mencatat pertumbuhan 13,76 persen.
Ia mengungkapkan pertumbuhan kredit investasi ditopang oleh masih kuatnya kinerja investasi di Sumbar untuk mendukung rekonstruksi bencana, pembangunan proyek strategis nasional (PSN), serta peningkatan kapasitas usaha swasta, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan.
Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 2,79 persen atau membaik 0,36 persen dibandingkan triwulan I yang sebelumnya mengalami kontraksi mencapai 3,15 persen.
"Pertumbuhannya belum optimal sejalan dengan kinerja sektor perdagangan yang masih belum cukup kuat pada triwulan II 2026," ujarnya.
Ia menyebut penyaluran kredit konsumsi di Sumbar tumbuh 5,12 persen pada triwulan II 2026, relatif stagnan dibandingkan triwulan I yang tumbuh 5,08 persen seiring normalisasi konsumsi masyarakat dan kecenderungan menahan belanja. Kredit konsumsi tercatat memiliki pangsa terbesar yakni 46,25 persen.
Ia menjelaskan membaiknya kapasitas pembiayaan di tengah pertumbuhan kredit yang belum optimal turut memperbaiki likuiditas perbankan di Sumbar.
Hal ini tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang turun 2,1 persen menjadi 133,3 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan pada triwulan I yang mencapai 135,4 persen.
Menurut dia, rasio LDR yang masih berada di atas 100 persen mengindikasikan penyaluran kredit di Sumbar ditopang oleh pendanaan perbankan dari luar wilayah tersebut.
Ia menjelaskan kualitas kredit perbankan masih relatif terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,59 persen, masih di bawah ambang batas lima persen.
Angka tersebut sedikit meningkat 0,09 persen dibandingkan triwulan I yang mencapai 2,50 persen.
Ia mengungkapkan peningkatan rasio NPL terutama terjadi pada kredit modal kerja dari 3,91 persen menjadi 4,06 persen serta kredit konsumsi dari 1,29 persen menjadi 1,36 persen.
Sementara itu, rasio NPL kredit investasi turun dari 2,99 persen menjadi 2,85 persen, ditopang oleh kinerja investasi yang tetap kuat pada triwulan II 2026.