Bilal Hasan bertekad merebut sabuk juara UFC Shanghai usai KO Rojas - ANTARA News Jawa Barat
Jakarta (ANTARA) - Petarung Indonesia kelahiran Amerika Serikat, Bilal Hasan, bertekad merebut sabuk juara UFC seusai mengalahkan wakil Peru Nilson Rojas dengan knockout (KO) pada pertandingan debutnya di Shanghai, China, Sabtu.
"Kita akan segera merebut sabuk itu, Indonesia," ujar Bilal setelah laga, dikutip dari akun Instagram resmi UFC Indonesia @ufcindonesia.
Atlet berusia 25 tahun itu berjanji berjanji memberikan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia dan mengharumkan tanah airnya di kancah UFC.
Di UFC, Bilal Hasan bertarung di kelas ringan (flyweight). Untuk merengkuh sabuk juara divisi tersebut, Bilal terlebih dahulu mesti menorehkan kemenangan demi kemenangan untuk menarik perhatian petarung-petarung papan atas.
Bilal baru menorehkan penampilan pertamanya di UFC saat bersua Rojas. Artinya, perjalanannya untuk menjadi juara masih panjang.
Saat ini, sabuk juara Divisi kelas terbang (flyweight) UFC masih dipegang Joshua Van. Joshua adalah petarung asal Myanmar yang mempunyai rekor bertarung 17-2-0 (17 menang, dua kali kalah, tanpa seri) di kancah bela diri campuran (MMA) profesional.
Dari jumlah itu, 10 kemenangan Van diraih di UFC dari 11 pertandingan.
Akan tetapi, di bawah Joshua Van, masih ada petarung-petarung tangguh lainnya yang berada di peringkat 1-15 teratas kelas terbang UFC, yang didasarkan pada penilaian para jurnalis (media ranking).
Posisi satu sampai lima secara berurutan diisi Alexandre Pantoja, Manel Kape, Brandon Royval, Tatsuro Taira dan Asu Almabayev.
Supaya bisa menjadi penantang juara, atlet berjuluk The Indoninja tersebut idealnya harus mampu menumbangkan petarung-petarung top dari divisi flyweight UFC tersebut.
Meski begitu, ketika diwawancarai di arena pasca-kemenangan atas Rojas, Bilal menyinggung nama petarung asal Brasil, Andre Lima.
"Andre Lima, saya tidak tahu bagaimana mengatakan ini dalam bahasa Portugis, tetapi dalam bahasa Spanyol, 'Eres muerto, vamos'," tutur Bilal.
Dalam bahasa Indonesia, eres muerto dapat diterjemahkan sebagai "kamu sudah habis", sementara vamos, "ayo".
Andre Lima sendiri merupakan petarung yang belum masuk peringkat (unranked) di divisi kelas terbang UFC. Dia baru menjalani debutnya di kompetisi tersebut pada 2024.
Di dunia MMA profesional, Andre Lima memiliki rekor 12-1-0 (12 menang, sekali kalah dan nol seri). Dari jumlah itu, dia lima kali menang di UFC dan sekali kalah.
Sama seperti Bilal, kemenangan terkini Andre Lima di UFC terjadi di Shanghai, Sabtu, di mana dia mengalahkan Namsrai Batbayar (Mongolia) dengan kuncian (submission).
Pewarta: Michael Siahaan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.