kingsheadwye.com

BKPSDM Samarinda dorong ASN optimalkan jabatan fungsional - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Kalimantan Timur mendorong aparatur sipil negara (ASN) pemerintah kota setempat mengoptimalkan jalur jabatan fungsional sebagai alternatif strategis pengembangan karier.

"Manajemen talenta menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola ASN yang lebih terarah," kata Kepala BKPSDM Kota Samarinda Fiona Citrayani di Samarinda, Rabu.

Menurut dia, sistem manajemen talenta memungkinkan pengembangan karier pegawai tidak hanya didasarkan pada jabatan yang sedang diduduki, tetapi juga mempertimbangkan potensi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak.

Namun, ia menegaskan hasil pemetaan dalam kotak talenta, termasuk kotak 7, 8, dan 9, bukan menjadi jaminan seorang ASN secara otomatis menduduki suatu jabatan.

Setiap proses pengisian jabatan tetap harus memperhatikan persyaratan jabatan, pangkat, masa kerja, pengalaman, serta melalui tahapan penilaian dan uji kelayakan.

“Manajemen talenta merupakan proses awal untuk melihat potensi dan kinerja ASN. Pengisian jabatan tetap memerlukan verifikasi dan uji kelayakan agar orang yang ditempatkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan jabatan dan organisasi,” katanya dalam Sosialisasi Dinamika Talenta dan Mutasi diikuti para Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian perangkat daerah serta kecamatan se-Kota Samarinda.

Ia juga menekankan pentingnya penilaian kinerja yang objektif. Pencapaian target kinerja harus berjalan seimbang dengan perilaku kerja dan penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Selain itu, kelengkapan data pada berbagai sistem, termasuk Document Management System (DMS), perlu diperbarui secara berkala untuk mendukung layanan kepegawaian yang terintegrasi dan berbasis digital.

Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Kota Samarinda Maradona Abdullah menjelaskan mutasi tidak semata-mata dimaknai sebagai perpindahan ASN antar-perangkat daerah.

Mutasi bagian dari mobilitas talenta untuk menempatkan ASN sesuai kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi.

“Penempatan ASN, baik pada jabatan pelaksana, struktural maupun fungsional, harus semakin menyesuaikan dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja,” ujarnya.

BKPSDM menangani sejumlah bentuk mutasi, di antaranya mutasi antar-perangkat daerah, rotasi internal perangkat daerah, perubahan jabatan pelaksana, serta mutasi keluar dan masuk Kota Samarinda.

Setiap usulan mutasi harus memenuhi ketentuan verifikasi berkas, persetujuan perangkat daerah terkait, proses oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), hingga pengusulan pertimbangan teknis melalui sistem IMUT BKN.

Terkait kebijakan mutasi masuk dari luar daerah, ia menyebut kondisi belanja pegawai menjadi salah satu pertimbangan utama. Untuk sementara, mutasi masuk dari luar daerah masih dibatasi sebagai langkah kehati-hatian dalam menjaga kondisi keuangan daerah.

Di sisi lain, ia mendorong ASN memanfaatkan peluang pada jalur jabatan fungsional yang masih terbuka lebar sesuai kompetensi dan kebutuhan formasi.

Dalam kegiatan tersebut, BKPSDM Kota Samarinda juga memperkenalkan aksi perubahan berupa Strategi Penguatan Sistem Informasi Manajemen Talenta untuk membantu proses pemetaan ASN agar kandidat yang muncul lebih spesifik.

Maradona menjelaskan penguatan sistem ini diperlukan karena tantangan saat ini, yakni ketika terdapat jabatan kosong, kandidat yang muncul dalam sistem masih berasal dari berbagai latar belakang jabatan.

Melalui sistem baru, penyaringan akan didasarkan pada jalur karier, kompetensi, pengalaman, dan kesesuaian jabatan.

Penguatan sistem informasi tersebut diharapkan dapat membantu BKPSDM menghadirkan informasi kandidat yang lebih terarah bagi Komite Talenta dan pimpinan dalam proses pengambilan keputusan, sekaligus mewujudkan pengelolaan ASN yang objektif, terintegrasi, dan berbasis data di lingkungan Pemkot Samarinda.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.