BNNK Purbalingga memperkuat pencegahan narkoba di kalangan pelajar
BNNK Purbalingga memperkuat pencegahan narkoba di kalangan pelajar
Kamis, 23 Juli 2026 14:16 WIB
Kepala BNNK Purbalingga H Nasrudin dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 yang digelar bersamaan dengan Hari Anak Nasional di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-Pemkab Purbalingga
Purbalingga (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga, Jawa Tengah, memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui Gerakan Ananda Bersinar dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 yang digelar bersamaan Hari Anak Nasional.
"Usai kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) beberapa waktu lalu, kami telah melaksanakan edukasi kepada 92.968 pelajar yang ada di Kabupaten Purbalingga," kata Kepala BNNK Purbalingga H Nasrudin saat peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional 2026 dan Hari Anak Nasional di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis.
Dalam hal ini, Hari Anti Narkotika Internasional diperingati setiap tanggal 26 Juli, sedangkan Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli.
Nasrudin mengatakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang digelar bersamaan dengan Hari Anak Nasional bertujuan memberikan edukasi kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Menurut dia, melalui Gerakan Ananda Bersinar (Bersih Narkoba), seluruh pemangku kepentingan diharapkan bersinergi memperkuat upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar.
Dia menyebut hingga semester pertama 2026 BNNK Purbalingga telah merehabilitasi 25 pengguna narkoba yang terdiri atas 20 laki-laki dan lima perempuan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 persen merupakan remaja berusia di bawah 18 tahun, sedangkan sekitar 65 persen mulai menggunakan narkoba karena ajakan atau bujukan teman.
Selain melakukan rehabilitasi, kata dia, BNNK Purbalingga yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara juga berhasil menangkap 19 pelaku penyalahgunaan narkoba dengan rentang usia di bawah 20 tahun hingga di atas 50 tahun dalam periode itu.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengimplementasikan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.
Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengapresiasi langkah BNNK Purbalingga dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.
"Kami harap langkah-langkah preventif ini bisa tetap kita jaga. Benteng pertama dan utama harus dimulai sejak dini terutama di lingkungan keluarga," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.