BNPB: Bantuan luar negeri diarahkan pada pengadaan teknologi karhutla - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan inisiatif dukungan internasional untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia akan difokuskan pada pengadaan alat serta teknologi mutakhir yang belum dimiliki di dalam negeri.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan yang ditemui di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pemerintah menghargai dan menghormati tawaran bantuan dari sejumlah negara sahabat seperti Jepang dan Singapura.
"Sesuai arahan pimpinan, pemerintah saat ini melakukan inventarisasi jenis bantuan yang diperlukan agar dukungan dari luar negeri tersebut benar-benar tepat guna dan tepat sasaran dalam memperkuat operasi penanggulangan karhutla," kata dia.
Menurut dia, kebijakan tersebut berjalan seiring dengan penanganan intensif yang terus dilakukan di enam provinsi prioritas, dengan rincian luas lahan terbakar meliputi Sumatera Selatan seluas 5.194 hektare, Jambi seluas 2.025 hektare, Kalimantan Tengah seluas 7.938 hektare, Kalimantan Selatan seluas 1.974 hektare, Kalimantan Barat seluas 1.290 hektare, sementara Riau dilaporkan sudah nihil.
Baca juga: BNPB: 11.202 hektare karhutla dari Kalteng, Kalsel dan Kalbar
Selain wilayah prioritas, penanganan karhutla juga dikerahkan di berbagai daerah lain, antara lain di Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Karanganyar, Gunung Sumbing, hingga wilayah Papua.
Berton memaparkan bahwa penanganan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mencakup area seluas 490 hektare yang menghadapi tantangan berat berupa titik api mencapai Pos 2 di Cemoro Kandang, pekatnya kabut asap, tiupan angin tidak menentu, serta kondisi lereng gunung yang terjal dan curam.
Sementara itu, penanganan di kawasan Gunung Sumbing mencakup lahan seluas 316 hektare yang terus diupayakan pemadamannya oleh tim gabungan di lapangan.
Adapun di Kalimantan Timur dan kawasan IKN, penanganan darat dan udara mencakup area seluas 37 hektare, sementara lima hektare lahan di IKN yang sebelumnya ditangani melalui strategi darat dan udara kini dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Ada lebih kurang 70 ribu personel gabungan yang sudah disiagakan untuk menangani karhutla ini, lengkap dengan armada udara dan peralatan penyiraman darat," kata Berton.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.