BP BUMN dan Danantara kawal ketat transformasi PT Pos Indonesia - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - BP BUMN dan Danantara melakukan monitoring rutin sebagai upaya mengawal proses transformasi PT Pos Indonesia agar berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Yang paling penting sekarang tata kelolanya dibenahi. Jangan sampai ada rekayasa keuangan. Semua proses harus dijalankan dengan benar," ujar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dony menegaskan bahwa perbaikan tata kelola menjadi fondasi utama dalam membangun perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh proses transformasi dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Selain memperkuat tata kelola, Direksi PT Pos Indonesia juga diminta terus menjaga soliditas organisasi dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan agar proses transformasi dapat berjalan secara efektif dan memperoleh dukungan dari seluruh insan perusahaan.
Danantara bersama BP BUMN akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan transformasi PT Pos Indonesia sebagai bagian dari upaya memastikan perusahaan bergerak ke arah yang lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan tata kelola, transparansi, serta soliditas organisasi, PT Pos Indonesia diharapkan mampu kembali meningkatkan kinerja dan memperkuat perannya sebagai perusahaan nasional yang menjadi kebanggaan Indonesia.
Sebelumnya, Dony menyampaikan PT Pos Indonesia melaporkan hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.
Oleh karena itu, Dony menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar persoalan perusahaan.
Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.
Dony menekankan bahwa seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.