kingsheadwye.com

BPBD: 8 desa di Bandung rawan banjir dan longsor saat musim hujan

Berdasarkan pemetaan potensi bencana, delapan desa itu rawan banjir bandang, longsor, atau keduanya. Kami akan melakukan sosialisasi lebih intens perihal potensi dan penguatan pemahaman akan risiko bencana hidrometeorologi di delapan desa

Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengintensifkan sosialisasi mitigasi bencana hidrometeorologi di delapan desa yang dipetakan rawan banjir bandang dan longsor menjelang musim hujan 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung Diki Sudrajat di Bandung, Rabu, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Stasiun Klimatologi Jawa Barat (Jabar) bahwa sebagian besar wilayah provinsi tersebut mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

"Berdasarkan pemetaan potensi bencana, delapan desa itu rawan banjir bandang, longsor, atau keduanya. Kami akan melakukan sosialisasi lebih intens perihal potensi dan penguatan pemahaman akan risiko bencana hidrometeorologi di delapan desa," katanya.

Selain sosialisasi, BPBD Kabupaten Bandung telah menyebarkan surat peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta kepala desa dan lurah.

Baca juga: Lima kecamatan di Kabupaten Bandung rawan karhutla pada kemarau 2026

Delapan desa yang menjadi sasaran sosialisasi tersebut yaitu Desa Panenjoan (Kecamatan Cicalengka), Desa Nanjungmekar (Kecamatan Rancaekek), Desa Cikalong (Kecamatan Cimaung), Desa Pasirmulya (Kecamatan Banjaran), dan Desa Buninagara (Kecamatan Kutawaringin).

Kemudian Desa Wargaluyu (Kecamatan Arjasari) yang juga menjadi salah satu wilayah prioritas sosialisasi karena pernah mengalami longsor pada 5 Desember 2025 dan memiliki potensi banjir bandang.

"Terjadi longsor di Desa Wargaluyu pada 5 Desember 2025. Selain longsor, terdapat kerawanan banjir bandang di desa tersebut," ujarnya.

Diki mengatakan kewaspadaan terhadap potensi bencana tidak hanya diperlukan di delapan desa tersebut karena hasil pemetaan BPBD menunjukkan adanya potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Bandung.

Baca juga: BPBD Bandung perkuat mitigasi pergerakan tanah akibat dampak karhutla

Potensi banjir akibat luapan sungai antara lain berada di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Katapang, Margaasih, Banjaran, Solokanjeruk, Majalaya, Ciparay, dan Cangkuang.

Sementara itu potensi angin kencang dipetakan antara lain di Kecamatan Cileunyi, Rancaekek, Cimenyan, Katapang, Margahayu, Margaasih, Soreang, Cimaung, Banjaran, Solokanjeruk, dan Pameungpeuk.

BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memahami potensi risiko di wilayah masing-masing sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi peningkatan intensitas hujan pada musim penghujan.

Baca juga: BPBD Bandung catat tiga rumah rusak akibat longsor di Kutawaringin

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.