BPBD Kalbar masih fokus tangani karhutla di Ketapang dan Kayong - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) masih memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara karena masih ditemukan titik api di dua wilayah tersebut.
"Memang masih ada api di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Oleh karena itu, subjek udara dan subjek darat difokuskan untuk membantu di sana lebih maksimal," kata Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar Daniel, di Pontianak, Sabtu.
Ia mengatakan sejumlah kabupaten lainnya saat ini sudah dalam kondisi aman, termasuk Kubu Raya, sehingga penanganan diarahkan pada kegiatan patroli dan pengawasan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
"Kalau kabupaten yang masih melakukan pemadaman itu ada di Ketapang. Kabupaten lainnya sudah aman, termasuk Kubu Raya. Lainnya sekarang ini melakukan patroli-patroli untuk melakukan pengawasan," ujarnya.
Menurutnya, BPBD Kalbar belum dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan karhutla 2026 karena potensi kebakaran masih ada. Evaluasi terhadap penanganan karhutla akan dilakukan ketika kondisi sudah lebih memungkinkan, terutama setelah memasuki musim hujan.
"Kalau sekarang ini kita belum bisa melakukan evaluasi karena potensi terjadinya karhutla itu masih ada," katanya.
Ia menjelaskan kondisi curah hujan yang belum merata menjadi salah satu faktor yang membuat potensi karhutla masih perlu diwaspadai.
Berdasarkan informasi BMKG yang diterima BPBD, curah hujan di sejumlah kabupaten Kalimantan Barat masih rendah sehingga hujan yang turun belum mampu merata di seluruh wilayah.
"Misalnya, di daerah Ketapang, Kayong Utara, masih berpotensi karhutla karena curah hujannya rendah. Bukan hujan OMC, ini hujan alami, tetapi hujan ini belum merata," ujarnya.
Terkait luas lahan yang terbakar, BPBD Kalbar masih mengacu pada data sekitar 38.000 hektare yang dikeluarkan pada Juli 2026.
"BPBD belum dapat memberikan pembaruan untuk periode Agustus dan September karena penghitungan luas lahan terbakar merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup," katanya.
Selain penanganan api, pemerintah daerah di wilayah terdampak juga diarahkan memberikan bantuan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan dan distribusi air bersih.
"Distribusi air bersih telah dilakukan di sejumlah daerah yang mengalami kesulitan air, termasuk Ketapang, Kota Pontianak, dan Mempawah," ujarnya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.