BPDP Salurkan Rp 12,86 Triliun untuk Peremajaan Sawit Rakyat
Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah menyalurkan Rp 12,86 triliun untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sejak 2016 hingga 19 Agustus 2026.
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurachman mengatakan program PSR telah menjangkau 187.782 pekebun dengan luas lahan 428.745 hektare. Ia mengatakan BPDP terus mempercepat PSR untuk meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun.
"Program PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat serta meningkatkan kesejahteraan pekebun,” kata Eddy di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
BPDP mencatat realisasi PSR pada 2026 mencapai 133 proposal dengan luas lahan 20.229 hektare. Realisasi tersebut melibatkan 10.403 pekebun dengan nilai penyaluran dana Rp 606 miliar.
Eddy mengatakan, BPDP masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mempercepat PSR. Tantangan tersebut mencakup proses pengusulan dan verifikasi, legalitas lahan, penguatan kelembagaan pekebun, serta ketersediaan benih unggul yang memenuhi persyaratan.
BPDP juga memperkuat monitoring dan pengawasan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan. BPDP melakukan sinkronisasi data dan sistem informasi untuk mengurangi perbedaan informasi mengenai pekebun, luas lahan, status proposal, progres fisik, dan penggunaan dana.
Eddy mengatakan keberhasilan PSR tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang disalurkan dan luas lahan yang diremajakan. Ia menilai keberhasilan program juga ditentukan oleh peningkatan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.
"Keberhasilan Program PSR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan maupun luas lahan yang diremajakan, tetapi juga dari kemampuan program dalam meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan,” ujar Eddy.