kingsheadwye.com

BPH Migas minta dukungan pihak terkait jamin distribusi BBM lancar - ANTARA News Bangka Belitung

Jember, Jawa Timur, (ANTARA) - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas meminta dukungan dari pemerintah daerah maupun kepolisian untuk ikut mendukung kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah operasional Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, yang sempat terkendala.

"Kami butuh dukungan. Karena kondisi antrean kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Ketapang pastinya akan sering terjadi pengulangan," kata Wahyudi saat mengecek kondisi SPBU di Jember, Jawa Timur, Jumat (11/9) malam.

Menurut dia, kelangkaan dan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) di Jember, Situbondo dan Bondowoso, karena adanya kepadatan kendaraan di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Ia mengatakan bahwa dengan lokasi IT Tanjung Wangi, Banyuwangi, yang terletak di sekitar Pelabuhan Ketapang, membuat kendaraan tangki BBM terkendala untuk mendistribusikan ke wilayah tersebut.

Untuk itu, Wahyudi meminta pemerintah daerah bersama pihak kepolisian setempat dapat memberikan alternatif dalam pendistribusian BBM, agar masyarakat yang berada di wilayah operasional IT Tanjung Wangi tidak terganggu ketika terjadi kepadatan kendaraan.

"Ini perlu diantisipasi bersama semua pihak, baik itu pemerintah daerah, kemudian dari pihak kepolisian setempat dan pemerintah pusat," ujarnya.

Wahyudi menjelaskan bahwa ketika kendaraan yang menuju ke pelabuhan ada pengaturan yang jelas akan lebih dapat menjamin waktu distribusi BBM.

Karena, kata dia, faktor utama kendala distribusi BBM dari Tanjung Wangi karena banyak dipenuhi kendaraan-kendaraan yang antre menuju ke pelabuhan.

Menurut dia, untuk antrean kondisi normal yaitu mencapai 2 kilometer dan ketika sudah mengarah 3-4 kilometer maka proses pendistribusian BBM akan tersendat.

"Proses distribusi logistik didominasi 80 persen itu dari arah Bondowoso dan Situbondo. Sedangkan untuk dari selatan, itu bebannya hanya 20 persen jadi selatan itu cukup aman, namun ketika dari utara terganggu, selatan juga akhirnya terkunci. Ini yang mengganggu semua proses," katanya menambahkan.

Pewarta: Khaerul Izan
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.