Brantas Abipraya Dorong Budaya Kerja Respectful dan Inklusif Melalui Women in Construction Advancement Program (WICAP) 2026
Bagikan:
JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penyelenggaraan Women in Construction Advancement Program (WICAP) 2026. Mengusung tema "Lead with Respect, Own Your Glow, Own Your Health" pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, menginternalisasikan budaya kerja yang saling menghormati dan inklusif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari produktivitas insan perusahaan.
Diselenggarakan oleh Srikandi Brantas Abipraya, WICAP 2026 menghadirkan sesi inspiratif dengan menghadirkan Wiwik Wahyuni, Senior Director Talent Management & Culture PT Danantara Asset Management (Persero), yang memaparkan implementasi Respectful & Inclusive Workplace Playbook sebagai panduan dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi rasa saling menghormati, kesetaraan kesempatan, keberagaman, serta pencegahan diskriminasi dan pelecehan di lingkungan kerja. Materi tersebut juga menegaskan pentingnya peran setiap individu, termasuk para pemimpin lakilaki, sebagai ally dalam menciptakan budaya kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Komisaris Utama PT Brantas Abipraya (Persero), Diana Kusumastuti, turut hadir dan berbagi inspirasi mengenai kepemimpinan perempuan. Dalam kesempatan tersebut, beliau mendorong para Srikandi Abipraya dan Srikandi Danantara Infrastruktur yang hadir berpartisipasi, untuk terus mengembangkan kompetensi, membangun kepercayaan diri, serta mengambil peran strategis dalam mendukung kemajuan perusahaan dan pembangunan nasional.
Selain dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas harus diiringi dengan pembangunan budaya kerja yang sehat dan manusiawi.
"Di Brantas Abipraya, kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian proyek, tetapi juga oleh kualitas budaya kerja yang dibangun di dalamnya. Melalui Women in Construction Advancement Program 2026, kami ingin memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang respectful, inklusif, aman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap insan untuk berkembang. Kami meyakini bahwa ketika setiap individu merasa dihargai dan didukung, maka kolaborasi, inovasi, dan kinerja terbaik akan tumbuh secara berkelanjutan," ujar Purnomo.
Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut selaras dengan implementasi Respectful Workplace Policy (RWP) yang telah diterapkan Brantas Abipraya sejak 2022, serta penguatan Employee Well-being Policy (EWP) sebagai bagian dari transformasi budaya perusahaan. Melalui program Promoting Advancement of Women's Empowerment (PAVE) bersama Srikandi Danantara, perusahaan juga terus memperkuat kepemimpinan perempuan, mendorong kesetaraan gender, serta membangun ekosistem kerja yang lebih inklusif.
Respectful & Inclusive Workplace merupakan satu kesatuan budaya kerja Brantas Abipraya yang menjadi enabler dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif, saling menghormati, inklusif, dan saling memberdayakan. Budaya ini mendorong setiap Insan Abipraya untuk berkolaborasi, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik. Ketika setiap individu merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang, kepercayaan tumbuh, produktivitas meningkat, dan kinerja perusahaan menjadi semakin unggul serta berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) yang juga menjabat sebagai Ketua Srikandi Brantas Abipraya, Dian Sovana, menambahkan bahwa implementasi Respectful & Inclusive Workplace tidak hanya menjadi komitmen dalam membangun budaya kerja yang sehat dan inklusif, tetapi juga merupakan strategi perusahaan untuk memperkuat kinerja bisnis melalui pengembangan kepemimpinan perempuan.
"Kami meyakini bahwa Respectful & Inclusive Workplace menjadi fondasi dalam memperkuat Women Leadership Development (WLD) di Brantas Abipraya. Keduanya memiliki keterkaitan yang erat dengan business outcomes, karena tata kelola kepemimpinan perempuan yang semakin kuat akan menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih berkualitas, meningkatkan kinerja organisasi, serta mendorong keberlanjutan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan. Melalui WICAP 2026, kami ingin memastikan bahwa setiap perempuan di Brantas Abipraya memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang, memimpin, dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan perusahaan," ujar Dian Sovana.
BACA JUGA:
Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di sektor konstruksi, Brantas Abipraya memandang bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mampu mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga merupakan strategi dalam membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
“Melalui penyelenggaraan WICAP 2026, Brantas Abipraya berharap nilai-nilai Respectful & Inclusive Workplace semakin terinternalisasi dalam budaya kerja perusahaan. Komitmen untuk saling menghormati, menjunjung tinggi keberagaman, memberikan kesempatan yang setara, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat diharapkan terus menjadi bagian dari setiap aktivitas dan proses bisnis perusahaan guna mendukung kinerja yang unggul, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia,” tutup Purnomo.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+