Bukan Label Sosialis, Janji yang Digugat Ini Antar Zohran Mamdani Menang |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Agenda keterjangkauan biaya hidup yang mengantarkan Zohran Mamdani menjadi wali kota New York kini memasuki ujian hukum. Kelompok pemilik properti menggugat keputusan pembekuan sewa sekitar satu juta apartemen yang distabilkan pemerintah kota, salah satu janji utama Mamdani sejak masa kampanye.
Media Internasional pada Rabu (22/7/2026) melaporkan, gugatan tersebut diajukan terhadap New York City Rent Guidelines Board. Para penggugat menuding Mamdani berupaya menempatkan orang-orang yang sejalan dengannya di dalam dewan dan mengabaikan kenaikan biaya operasional pemilik bangunan. Pemerintah kota membantah tudingan tersebut dengan menyatakan dewan bekerja secara independen dan telah mempertimbangkan data yang relevan.
Rent Guidelines Board pada 25 Juni 2026 memutuskan dengan suara 7-1 untuk menetapkan kenaikan sewa sebesar nol persen bagi kontrak satu tahun maupun dua tahun mulai Oktober. Kebijakan itu mencakup sekitar satu juta unit apartemen yang sewanya diatur pemerintah kota dan menjadi realisasi paling nyata dari janji kampanye Mamdani hanya enam bulan setelah ia menjabat.
Gugatan itu akan menguji apakah politik keterjangkauan Mamdani dapat bertahan ketika diterjemahkan dari slogan kampanye menjadi kebijakan. Pada saat yang sama, sengketa tersebut kembali memperlihatkan bahwa pusat pertarungan politik Mamdani bukan semata-mata label “sosialis demokratis”, melainkan persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan pemilih: berapa banyak pendapatan mereka habis untuk membayar tempat tinggal.
Biaya Hidup Jadi Penentu
Hasil resmi Badan Pemilu Kota New York menunjukkan Mamdani meraih 944.950 suara melalui jalur Partai Demokrat dan 169.234 suara melalui Working Families Party. Dengan total sekitar 1,11 juta suara atau 50,2 persen, ia mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo yang memperoleh 906.614 suara atau sekitar 40,9 persen.
Kandidat Partai Republik Curtis Sliwa memperoleh sekitar 153.749 suara dari dua jalur pencalonannya atau 6,9 persen. Hasil itu menunjukkan Mamdani bukan hanya memenangi pemilihan pendahuluan internal Demokrat, melainkan berhasil mempertahankan keunggulannya dalam pemilihan umum yang diikuti lebih dari 2,2 juta pemilih.
Associated Press menyebut kampanye Mamdani berfokus sangat kuat pada persoalan biaya hidup. Identitasnya sebagai seorang sosialis demokratis tidak disembunyikan, tetapi pesan yang dibawa kepada pemilih diterjemahkan menjadi persoalan konkret, seperti sewa rumah, transportasi umum, pengasuhan anak, harga bahan pangan, dan pembangunan hunian terjangkau.
Data pemilih mendukung kesimpulan tersebut. AP Voter Poll yang dilakukan menjelang dan pada hari pemungutan suara menunjukkan lebih dari separuh pemilih New York menempatkan biaya hidup sebagai persoalan terpenting di kota itu. Sekitar seperempat pemilih menyebut kriminalitas, satu dari 10 menunjuk imigrasi, sedangkan kurang dari satu dari 10 memilih kesehatan atau transportasi sebagai masalah utama.