Bulog Bangka serap 1.100 ton gabah petani Desa Rias - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama September 2026 menyerap 1.100 ton gabah kering hasil petani di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, guna memperkuat ketersediaan beras di gudang Bulog daerah itu.
"Penyerapan gabah kering di Desa Rias pada September berkurang 50 persen dibandingkan awal tahun ini (2026), sebagai dampak musim kemarau kering," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan Perum Bulog Cabang Bangka selama September 2026 telah menyerap gabah kering petani Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 1.100 ton atau berkurang 50 persen dibandingkan penyerapan gabah kering selama musim panen awal 2026 yang mencapai 3.300 ton gabah kering.
"Hasil panen kedua padi petani Desa Rias pada September tahun ini mengalami penurunan, karena kondisi alam, El Nino, kekeringan, sehingga para petani kesulitan air untuk tanaman pertaniannya," ujar dia.
Ia mengatakan selama musim kemarau tahun ini, para petani sangat kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya, sehingga berdampak langsung terhadap hasil panen padi di daerah itu.
"Untuk sementara ini, kami tidak akan menyerap gabah kering petani di Desa Rias karena hasil panen padi petani yang berkurang," katanya.
Menurut dia, hasil koordinasi Bulog dengan pemerintah daerah dan kelompok tani di Desa Rias ini, hasil panen padi Oktober tahun ini akan digunakan atau dikonsumsi sendiri.
"Para petani ini akan mengkonsumsi beras hasil panen padinya, karena mereka telah membaca kondisi kedepannya harga beras akan naik, sehingga akan memberatkan ekonomi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan beras. Dari pada petani kesulitan memperoleh pangan, maka mereka menggunakan hasil panen sendiri untuk kebutuhan beras keluarganya," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.