kingsheadwye.com

Bulog Papua pastikan beras rusak tidak masuk gudang

Bulog Papua pastikan beras rusak tidak masuk gudang

Senin, 21 September 2026 14:26 WIB

Image Print

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari dan General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak saat meninjau kapal yang menjadi lokasi kejadian bertempat Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (21/9). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat memastikan beras rusak atau tidak memenuhi standar kualitas tidak masuk ke gudang Bulog.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Senin, mengatakan untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir terkait kualitas beras yang beredar, Karena semua masih sesuai standar.

"Jadi pada Sabtu (19/9) telah beredar video pekerja menginjak beras saat proses pembongkaran di atas kapal di mana beras yang terlihat merupakan rice sweeping yakni beras berasal dari karung yang mengalami kebocoran selama proses pengangkutan dan pembongkaran," katanya usai meninjau lokasi kejadian di Pelabuhan Jayapura, Jayapura, Senin.

Menurut Mustari, dalam narasi video tersebut menyampaikan bahwa lokasi kejadian berada di Gudang Bulog padahal pelaksanaannya di kapal, Pelabuhan Jayapura.

"Beras yang ada itu merupakan beras mobilisasi nasional dari DKI Jakarta dengan jumlah sekitar 2.900 ton dan setelah proses pembongkaran selesai biasanya akan disortir untuk memisahkan bagian yang masih layak atau mengalami kerusakan," ujar dia.

Dia menjelaskan sehingga beras yang mengalami kerusakan akibat tercampur air, besi, atau material lain tidak akan diterima Bulog dan menjadi tanggung jawab Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

"Kami berharap ke depan pelaksana bongkar muat dapat meningkatkan pengawasan terhadap pekerja agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat beras merupakan komoditas pangan yang dikonsumsi masyarakat," katanya lagi.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak mengatakan beras yang terlihat dalam video merupakan sisa beras bocor dari karung dan sedang dibersihkan oleh sekitar 15 buruh.

"Dan dari hasil pembersihan beras tersebut para buru mendapatkan sekitar 465 karung dengan berat rata-rata 30 kilogram per karung di mana kapal tersebut sebelumnya melakukan pembongkaran sekitar 1.500 ton beras di Sorong sebelum melanjutkan perjalanan ke Jayapura," katanya.

Menurut Ramdan, pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan adanya kejadian sehingga ke depan bakal menjadi pelajaran bagi untuk mengingatkan buruh agar berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan.

"Kami akan menindak lanjuti dan memberikan arahan kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) agar hal seperti ini tidak terulang kembali," ujar dia.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026