Bulog Wamena salurkan 6.200 ton bantuan pangan ke enam kabupaten
Bulog Wamena salurkan 6.200 ton bantuan pangan ke enam kabupaten
Minggu, 6 September 2026 16:12 WIB
Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Wamena Dedi Rahman diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Kantor Cabang Perum Bulog Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menyalurkan 6.200 ton bantuan pangan beras dari Badan Pangan Nasional atau Bapanas ke enam kabupaten di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
Kepala Kantor Cabang Bulog Wamena Dedi Rahman di Wamena, Sabtu, mengatakan pihaknya diberikan tugas oleh negara untuk menyalurkan bantuan pangan beras di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
“Bantuan pangan beras dari presiden yang disalurkan melalui Bapanas ke wilayah kerja Bulog Wamena sebanyak 6.200 ton meliputi Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah dan Yalimo di Papua Pegunungan. Sementara satu kabupaten di Papua Tengah yang menjadi tanggung jawab Bulog Wamena adalah Puncak Jaya,” katanya.
Menurut dia, dari semua Kantor Cabang Perum Bulog di Tanah Papua, Bulog Wamena yang memperoleh pagu atau bantuan pangan beras paling banyak.
“Kami di Bulog Wamena mendapatkan penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan beras paling banyak dibanding dengan kantor cabang lainnya di Tanah Papua,” ujarnya.
Dia menjelaskan penyaluran bantuan pangan beras dari Bapanas tahun ini telah dilaksanakan selama dua kali.
“Pertama bantuan pangan beras dilakukan pada bulan Februari dan Maret, saat ini kami kembali menyalurkan untuk bulan Juli, Agustus dan September tahun 2026. Alhamdulillah bantuan pangan beras sudah mulai didistribusikan sejak beberapa waktu lalu,” katanya.
Dia menambahkan , Kantor Cabang Perum Bulog Wamena juga berperan membantu pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi.
“Upaya yang bisa lakukan untuk membantu penanganan inflasi melalui program stabilisasi pasokan harga pangan atau SPHP. Beras-beras SPHP kami salurkan ke setiap mitra yang terdaftar di sistem Bulog, dan juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menggelar pasar murah dengan mengacu pada harga eceran tertinggi atau (HET) Rp13.500 per kilogram,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026