BYD Dahulukan Eropa, Harga Denza Z Tembus Dua Kali Harga China
Bagikan:
JAKARTA – BYD meluncurkan supercar listrik Denza Z di Eropa sebelum memasarkannya di China. Selisih harganya lebar. Di Inggris, model itu dibanderol hampir dua kali hingga lebih dari dua kali harga di negara asalnya.
Yicai Global dalam laporannya yang dikutip Selasa, 14 Juli, menyebut prapenjualan Denza Z di China dimulai pada 13 Juli, empat hari setelah mobil tersebut masuk ke pasar Eropa.
BYD mematok harga Denza Z sebesar 680.000 yuan atau sekitar 100.300 dolar AS di China. Di Inggris, harganya berkisar 142.900 hingga 172.900 pound sterling, setara 191.300 sampai 231.500 dolar AS.
Selisih harga besar bukan hal baru bagi mobil China yang dijual di luar negeri. Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China atau CPCA Cui Dongshu mengatakan tarif impor menjadi salah satu penyebabnya.
Biaya logistik lintas negara, tenaga kerja, sertifikasi yang lebih ketat, serta penyesuaian kendaraan dengan kebutuhan pasar setempat juga ikut menaikkan harga.
Menurut Cui, persaingan di luar China umumnya tidak seketat di pasar domestik. Kondisi itu memberi ruang bagi produsen mobil untuk memperoleh margin keuntungan lebih besar.
BACA JUGA:
Analisis Yicai Global terhadap data yang tersedia untuk umum menunjukkan sedikitnya empat model mobil China dijual di luar negeri dengan harga setidaknya tiga kali lipat dibandingkan harga domestik. Di antaranya Geely Galaxy E5 dan BYD Han EV.
Lebih dari 10 model lainnya dipasarkan di luar China dengan harga 1,5 hingga 2,5 kali lebih tinggi.
Strategi mendahulukan pasar luar negeri mulai mendapat respons. Wakil Presiden Eksekutif BYD Li Ke mengatakan Denza Z menarik minat kuat setelah diperkenalkan di Inggris.
Hampir 20 pesanan dari Serbia masuk pada hari pertama. Pesanan lain juga datang dari sejumlah pasar Eropa dan beberapa negara di Timur Tengah.
Xpeng Motors mengambil langkah serupa. Produsen mobil listrik itu menjadwalkan peluncuran Mona L03 di Jerman sebelum memasarkannya di China.
Chairman sekaligus CEO Xpeng He Xiaopeng mengatakan penjualan perusahaan di Eropa meningkat tahun ini. Mulai dari Mona L03, Xpeng akan mengatur rencana peluncuran produk berikutnya dengan membidik pasar internasional sejak awal.
Pasar global semakin penting bagi produsen mobil China ketika penjualan di dalam negeri melemah.
Data CPCA menunjukkan penjualan mobil domestik pada semester pertama mencapai 9,921 juta unit, turun 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Mei, penjualan juga merosot 22 persen menjadi 1,53 juta unit.
Sebaliknya, ekspor mobil China melonjak 65 persen pada semester pertama menjadi 5,096 juta unit. Kenaikan itu ditopang permintaan kendaraan energi baru, termasuk mobil listrik dan hibrida isi ulang, di pasar luar negeri.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+