kingsheadwye.com

Capaska Kotim ikuti pradiklat jelang HUT ke-81 RI

Capaska Kotim ikuti pradiklat jelang HUT ke-81 RI

Minggu, 19 Juli 2026 20:36 WIB

Image Print

Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kotim mengikuti pra diklat di lapangan sepak bola Stadion 29 November Sampit, Minggu (19/7/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Sebanyak 75 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjalani pra pendidikan dan pelatihan (pra diklat) sebagai persiapan menghadapi Upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami mulai pra diklat sejak 1 Juli sampai 29 Juli. Untuk mematangkan kesiapan fisik, mental dan kedisiplinan peserta sebelum memasuki pemusatan pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) pada Agustus mendatang,” kata Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Naning Sugiharti di Sampit, Minggu.

Naning menjelaskan, pra diklat dilaksanakan setiap tiga hari dalam sepekan, yaitu Rabu, Sabtu dan Minggu. Total ada 13 kali pertemuan, dengan latihan berlangsung pukul 07.00 sampai 10.00 WIB.

Latihan dipusatkan di Stadion 29 November Sampit yang juga diproyeksikan menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT ke 81 RI tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan itu difokuskan untuk membangun kesiapan fisik, mental, serta kekompakan peserta sebelum memasuki pusdiklat yang dijadwalkan berlangsung pada 4-18 Agustus 2026.

Pra diklat tersebut diikuti 75 peserta yang terdiri atas 70 Capaska Kotim dan lima Capaska tingkat Provinsi Kalimantan Tengah asal Kotim.

“Capaska provinsi kami ikutkan latihan di Sampit karena di Palangka Raya tidak dilaksanakan pra diklat. Mudah-mudahan dengan mereka ikut latihan di sini, saat dipanggil mengikuti pusdiklat di provinsi nanti mereka sudah siap,” ujar Naning.

Baca juga: Wabup Kotim dukung APRI perkuat tambang rakyat

Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol Kotim melibatkan personel TNI dan Polri sebagai pelatih, masing-masing dua orang. Latihan juga mendapat dukungan dari anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kotim, tim kesehatan, serta panitia dari Kesbangpol.

Ia juga menyampaikan, di tengah pelaksanaan pra diklat, pihaknya sempat melakukan pergantian satu peserta setelah yang bersangkutan mengundurkan diri secara resmi karena mengikuti orang tuanya pindah ke Pulau Jawa.

Setelah menerima surat pengunduran diri tersebut, pihaknya segera melaporkan kondisi itu kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Berdasarkan arahan BPIP, kekosongan peserta langsung diisi oleh calon dengan peringkat berikutnya berdasarkan hasil seleksi.

“Sesuai prosedur, kami melaporkan hal tersebut ke BPIP. Kemudian BPIP menyarankan kepada kami untuk segera melaksanakan penggantian. Kami mengganti dengan ranking di bawahnya,” bebernya.

Ia menambahkan, sistem seleksi Capaska menggunakan sistem peringkat sehingga pergantian peserta masih dimungkinkan selama tahapan belum memasuki pengukuhan sebagai anggota Paskibraka. Seluruh peserta yang saat ini mengikuti pra diklat masih berstatus calon Paskibraka.

Oleh sebab itu, apabila terdapat peserta yang mengundurkan diri atau tidak lagi memenuhi persyaratan hingga menjelang pengukuhan, maka peserta tersebut tidak akan ditetapkan sebagai anggota Paskibraka dan akan digantikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang nanti sampai pada saat pelaksanaan pengukuhan ada satu dan lain hal yang menyebabkan mereka tidak memenuhi syarat untuk dikukuhkan, berarti mereka tidak menjadi anggota Paskibraka,” demikian Naning.

Baca juga: BPBD Kotim sebut dampak kekeringan berpotensi meluas

Baca juga: Pengurus baru DPD PAN Kotim langsung tancap gas

Baca juga: Bapperida Kotim dorong optimalisasi pelaporan inovasi daerah

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.