kingsheadwye.com

CapCut Bawa Talenta Kreatif Indonesia ke Layar Lebar lewat AI Content Fest 2026

Jessica Wowor dalam diskusi panel di puncak CapCut AI Content Fest di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Foto: CapCut Indonesia

Teknologi.id – CapCut menggelar puncak AI Content Fest 2026, kompetisi sekaligus festival film pendek berskala nasional yang memberikan panggung bagi talenta kreatif Indonesia untuk menampilkan karya mereka di layar lebar.

Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, acara ini menampilkan 10 karya kreator dari berbagai daerah di Indonesia di CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta, pada 11 September 2026.

Melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar, para kreator diajak mengangkat berbagai cerita tentang Indonesia, mulai dari identitas, budaya, kehidupan sehari-hari, pengalaman, hingga harapan terhadap bangsa.

Dalam proses pembuatannya, para kreator memanfaatkan berbagai fitur kreatif CapCut, termasuk teknologi berbasis AI, untuk mengembangkan ide, visual, hingga film pendek mereka.

10 Karya Kreator Indonesia Naik Layar Lebar

Sepuluh karya terpilih dalam AI Content Fest 2026 berasal dari kreator dengan latar belakang dan daerah yang beragam. Karya-karya tersebut kemudian diputar di layar lebar dan mendapatkan tanggapan langsung dari para pelaku industri kreatif.

Lima profesional yang memberikan penilaian dan masukan adalah Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

CapCut mengatakan AI Content Fest 2026 menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi kreator lokal agar karya dan perspektif mereka dapat dikenal oleh audiens yang lebih besar.

“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” kata Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia.

Festival ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.

Daftar Pemenang AI Content Fest 2026

Para pemenang, finalis, dewan juri, dan perwakilan CapCut Indonesia berfoto bersama pada puncak CapCut AI Content. Foto: CapCut Indonesia

Selain menampilkan 10 karya di layar lebar, CapCut juga memberikan penghargaan dalam delapan kategori.

Berikut daftar pemenangnya:

  • Student Awards: “Gerilya” – Yovan Arya Nugraha, Bogor
  • Most Popular AI Microfilm: “Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81” – Indrawan Agung, Bekasi
  • Special Selection Award: “DARI TANAH UNTUK INDONESIA” – Adams Taufik, Bandung
  • Best Story: “Bayu” – Ilham Setyawan, Semarang
  • Best Visual: “Bulan Tiga Belas” – Bobi Brilyan Bastenjar, Tangerang Selatan
  • Jury’s Special Mention: “Hutang Toko Budi” – I Gede Wahyu Diatmika, Bali
  • Next Icon Award: “Baleo” – Cahyadi Widianto, Banten
  • Best AI Micro Film: “Bayu” – Ilham Setyawan, Semarang

Karya “Bayu” menjadi salah satu yang paling menonjol karena berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Best Story dan Best AI Micro Film.

AI Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Kreativitas Manusia

Penggunaan AI dalam proses kreatif juga menjadi salah satu pembahasan utama dalam AI Content Fest 2026.

Diskusi yang menghadirkan Lukman Sardi, Mouly Surya, dan Gustav Anandhita membahas bagaimana teknologi dapat membantu kreator dalam berbagai tahap produksi.

Ketiganya melihat AI sebagai alat pendukung yang dapat memperluas eksplorasi sekaligus membuat sejumlah proses kreatif menjadi lebih efisien. Namun, arah kreatif, rasa, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Bagi aktor, Lukman Sardi menilai teknologi dapat membantu proses persiapan karakter dengan menyediakan lebih banyak referensi dan pilihan pendekatan sebelum masuk ke sebuah adegan.

Sementara itu, Mouly Surya melihat AI dapat membantu sutradara dan produser sejak tahap pengembangan ide, pencarian referensi, hingga visualisasi konsep sebelum proses produksi dimulai.

Dari sisi kreator, Gustav Anandhita menilai AI memberikan ruang eksperimen yang lebih luas. Kreator dapat mencoba berbagai pendekatan visual dan melakukan iterasi dengan lebih cepat tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin dibangun.

CapCut Gandeng Raim Laode Buat Video Musik Berbasis AI

Eksplorasi teknologi AI dalam acara ini tidak hanya ditampilkan melalui film pendek.

CapCut juga berkolaborasi dengan musisi Raim Laode untuk membuat video musik berbasis AI untuk single terbarunya, “Dunia Yang Nanti”.

Video musik tersebut ditayangkan untuk pertama kalinya dalam acara puncak AI Content Fest 2026. Setelah pemutaran, Raim membagikan proses kreatif di balik pembuatannya dan tampil membawakan musik secara langsung.

Pengunjung yang datang ke CGV Grand Indonesia juga dapat mencoba CapCut Poster Lab. Di area ini, pengunjung bisa memilih genre seperti horor, romansa, aksi, sci-fi, atau dokumenter untuk membuat poster film bergaya sinematik yang dapat dipersonalisasi dan diunduh melalui kode QR.

Dorong Talenta Kreatif Indonesia Berkarya dengan AI

CapCut juga menempatkan AI Content Fest 2026 sebagai bagian dari upaya membuka lebih banyak ruang bagi kreator Indonesia.

Selain festival tersebut, CapCut memiliki sejumlah inisiatif seperti CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CPP) yang ditujukan untuk membantu kreator mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mengeksplorasi berbagai tools kreatif, serta memperluas jangkauan karya.

Di sisi produk, CapCut menyediakan berbagai fitur untuk kebutuhan penyuntingan video, audio, teks, dan visual. Beberapa di antaranya mencakup trimming, transitions, keyframes, filters and effects, templates, auto captions, text-to-speech, background removal, dan audio enhancement.

CapCut juga menyediakan sejumlah fitur berbasis AI untuk membantu proses pengembangan ide, storyboard, eksplorasi visual, hingga penyempurnaan karya.

Platform ini tersedia melalui web, desktop, ponsel, dan tablet sehingga kreator dapat menggunakannya di berbagai perangkat.

Melalui AI Content Fest 2026, CapCut menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan sebagai alat pendukung bagi kreator untuk mengeksplorasi ide dan membawa cerita lokal ke audiens yang lebih luas.