Cara Mengecilkan Pori yang Benar Menurut Dokter, Pakai Air Dingin Cuma Mitos
Jakarta -
Kulit berminyak membuat wajah rentan berjerawat dan pori-pori tampak besar. Untuk mengatasinya, kadang butuh lebih dari sekadar skincare. Agar tampilan lebih 'matte' terutama untuk momen-momen penting, banyak orang menerapkan 'hacks', termasuk membasuh wajah dengan air dingin. Tapi menurut dokter, cara tersebut hanyalah mitos.
Di media sosial, sering beredar kiat-kiat untuk mengatasi permasalahan seputar kulit berminyak. Beberapa hal yang dianggap benar sebenarnya belum tidak terbukti secara medis bahkan tidak disarankan. Salah satunya adalah membasuh wajah dengan air dingin dan es batu yang ternyata hanya mitos.
Hal itu diungkap oleh dr. Stanley Setiawan, SP.D.V.E., FINSDV, FAADV. Dermatologis dengan 19 tahun pengalaman itu mengatakan bahwa anggapan bahwa air dingin dapat menutup pori sedangkan air hangat dapat membuka pori tidak lah benar. Meski bisa dikondisikan tapi hal tersebut sifatnya hanya sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bicara tentang pori-pori kita tidak hanya bicara tentang tampilannya di permukaan tapi sebuah sistem. Pori-pori itu tidak seperti pintu yang bisa dibuka atau ditutup.
Tapi memang bisa dikondisikan untuk efek sementara tapi sebenarnya lebih kompleks. Hati-hati cara-cara seperti itu justru bisa merusak barrier kulit jika dilakukan terus menerus," ujarnya dalam pengenalan teknologi terbaru La Roche-Posay, New Effaclar Supramolecular di Space Available Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, (17/9/2026).
Lalu bagaimana metode yang tepat untuk mengurangi produksi minyak dan mengecilkan pori-pori? Dokter menyarankan bahwa caranya tidak bisa instan untuk hasil yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyarankan untuk rutin mengenakan skincare dengan bahan yang eksfoliasi tapi tentu tidak mengiritasi. "Harus terkontrol, jangan over," jelas dr. Stanley.
Untuk menjawab permasalahan kulit berminyak yang dialami 64% orang Indonesia, La Roche-Posay menawarkan teknologi terbaru dalam rangkaian skincare-nya. Brand perawatan kulit asal Prancis tersebut menghadirkan Supramolecular yang memungkinkan bahan aktif untuk masuk lebih dalam untuk meregulasi produksi minyak, bukan untuk mengeringkan sepenuhnya.
Inovasi ini disebut dapat membantu mengelola sebum dari sumbernya juga mengecilkan tampilan pori-pori. Dengan Supramolecular, bahan aktif kombinasi Salicylic Acid dan Niacinamide dapat bekerja lebih optimal dan terserap lebih cepat dalam membantu mengeksfoliasi kulit, membersihkan pori tersumbat, mengontrol minyak berlebih hingga menghasilkan tampilan wajah matte.
Supramolecular hadir dalam produk seri Effaclar Supramolecular, termasuk untuk Correcteur Sebum & Pores yang bisa dipakai harian. Pelembap itu diklaim dapat menjaga kulit tetap matte selama 48 matte jam selagi tetap menghidrasi dan memberi efek blurring dalam kondisi cuaca tropis dan tinggi polusi.
(ami/ami)