kingsheadwye.com

Ce'Unah: Lezatnya Ayam Goreng Basah Khas Bandung dengan 4 Jenis Sambal

Jakarta -

Ayam goreng basah kini jadi menu incaran foodies. Di Gading Serpong pun hadir restoran ayam goreng basah khas Bandung berkonsep unik dengan 4 jenis sambal!

Asalnya dari Bandung, ayam goreng basah berhasil menarik perhatian banyak orang. Berbeda dengan ayam goreng yang digoreng kering, ayam basah teksturnya lebih juicy dengan bumbu yang menempel di permukaan ayam, sehingga rasanya lebih gurih.

Proses memasaknya juga berbeda. Ayam goreng basah tidak digoreng sampai garing, tetapi hanya digoreng sebentar dalam minyak panas yang apinya sedang/kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekstur dan rasa gurih tersebut membuat ayam goreng basah disukai banyak orang. Terlebih saat ini banyak tempat makan ayam goreng basah hadir di Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu yang lagi ramai adalah Ayam Basah Bandung Ceu'nah di Gading Serpong. Warung ayam goreng ini baru buka Juli lalu, tetapi sudah berhasil menggaet banyak pelanggan, bahkan sampai banyak yang rela antre!

Tak sekadar menawarkan ayam goreng basah, restoran ini menyajikan pilihan sambal yang variatif dan tambahan bumbu hitam ala bebek Madura unik.

Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
Nama Tempat MakanAyam Basah Bandung Ce'Unah
AlamatAniva Junction Blok FA no 36, Gading, Kec. Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten 15339
Instagram @ayambasah.ceunah
Jam OperasionalSetiap hari pukul 10.00 - 22.00 WIB
Estimasi HargaRp 15.000 - Rp 37.000 an
Tipe KulinerAyam basah Sunda
Fasilitas
  • Area makan indoor
  • Area parkir
  • Toilet

1. Konsep restoran yang nyaman

Ayam Basah Bandung Ce'UnahAyam Basah Bandung Ce'Unah menawarkan tempat makan yang nyaman. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Restoran ayam goreng mungkin identik dengan warung makan tradisional yang udaranya agak panas dan sumpek. Namun, tidak dengan Ayam Basah Bandung Ce'Unah yang konsepnya seperti restoran kasual.

Area makannya memang tidak begitu besar dan agak sempit. Hanya ada satu lantai yang bisa menampung sekitar 30 pax. Namun, cukup nyaman dan full indoor ber AC.

Bagian dalam restorannya dilengkapi interior ala warung Sunda tradisional, dengan sentuhan tembok jeram, serta meja dan kursi dari kayu, hingga beberapa lukisan dan pajangan gambar menu masakan yang ditawarkan restoran ini.

2. Ayam diungkep 20 jam

Menu ayam goreng yang ditawarkan restoran ini tidak banyak. Hanya dua macam, yaitu Ayam Basah Bandung dan Ayam Goreng Ce'Unah. Keduanya bisa pilih mau bagian paha atau dada. Namun, menurut Ari selaku supervisor, bagian paha lebih cepat habis.

Mereka menggunakan jenis ayam pejantan yang melalui proses ungkep selama 20 jam. Tak heran jika bumbunya meresap sampai ke dalam.

Ayam pejantan biasanya punya tekstur yang cenderung padat, kenyal, dan berserat. Namun, ayam yang ditawarkan restoran ini teksturnya justru mirip seperti ayam broiler yang dagingnya lembut, empuk, dan juicy.

3. Paket nasi ce'unah dengan ayam basah yang nikmat

Ayam Basah Bandung Ce'UnahBegini tampilan menu paket ayam basah di restoran ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Mereka menawarkan menu ayam ala carte maupun paket. Kalau mau lengkap dan praktis, bisa pesan menu paket. Tersedia paket Nasi Ceu'nah dan paket Nasi Putih/Merah. Kedua paket bisa dilengkapi dengan ayam basah maupun ayam goreng.

DetikFood mencoba Paket Nasi Ceu'nah yang dilengkapi dengan Ayam Basah Paha (Rp 37.000). Satu paketnya terdiri dari nasi, ayam basah, jukut goreng, dan sambal. Uniknya, di paket ini ada tambahan bumbu hitam ala bebek Madura yang diletakkan di atas nasi.

Selain itu, Ayam Basah Bandung Ceu'nah juga menawarkan 4 jenis sambal yang bisa dipilih dan di refill sepuasnya. Mulai dari sambal Sukabumi (terdiri dari tomat, cabe, terasi, dan bawang merah), Sambal Garut (cabe ijo dan bawang merah), Sambal Bandung (semacam sambal dadak), dan Sambal Indramayu (seperti sambal tempong).

"Jadi sebenarnya kita punya empat sambal. Tapi cuma tiga yang disajiin di piring, mulai dari sambal Sukabumi, Samabal Garut, dan Sambal Bandung. Sambal Indramayu gak disajiin karena paling pedas. Takutnya gak semua orang bisa makan. Cuma kalau mau, bisa minta saja," jelas Ari kepada detikFood.

Dari segi tekstur, ayam basah ini sangat lembut dan juicy. Bumbunya meresap dan matang sempurna sampai ke dalam. Rasanya cenderung manis tetapi tetap ada sentuhan gurih tipis. Tetapi kalau dimakan bersama bumbu hitamnya, sensasi gurihnya semakin kuat dan ada sentuhan rasa pedas khas.

Dimakan dengan nasi dan bumbu hitam menurut kamu sudah enak. Tetapi kalau mau pedas, bisa cocol ke sambal Sukabumi yang pedasnya cukup kuat dan gurih. Kalau sambal Garutnya cenderung gurih menyegarkan. Sambal Bandung juga tak kalah nikmat dan pedas.

Namun memang sambal Indramayu yang level pedasnya paling kuat dengan sentuhan rasa asam segar dan gurih terasi.

4. Ayam goreng yang tak kalah nikmat

Ayam Basah Bandung Ce'UnahAyam gorengnya juga tak kalah nikmat, disajikan juga dengan empat macam sambal. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Kalau tidak begitu suka ayam yang terlalu basah, bisa pesan Ayam Gorengnya. Kami pesan paket Nasi Putih Ayam Goreng Paha (Rp 35.000). Isiannya kurang lebih sama seperti paket sebelumnya, hanya tidak ada tambahan bumbu hitam di nasi.

Proses memasak ayam gorengnya cukup berbeda. Memang sama-sama diungkep selama 20 jam, tetapi untuk ayam goreng, dibalut dulu dengan tepung tipis barulah digoreng.

Meskipun dilapisi tepung, menurut kami tekstur ayamnya tidak jauh berbeda. Bagian kulit luarnya memang sedikit lebih renyah, tetapi tidak kering. Soal rasa, ayam gorengnya jauh lebih manis lagi daripada ayam basah. Ada pun sedikit sentuhan rasa ketumbar di ayam ini.

Jukut gorengnya menjadi pelengkap sempurna. Teksturnya garing dan diberi bumbu yang rasanya tidak terlalu asin gurih.

5. Nikmatnya Rebon Cabe Gendot hingga Sayur Asem

Ayam Basah Bandung Ce'UnahTersedia juga rebon cabe gendot sebagai pelengkap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Makan di restoran Sunda tak lengkap tanpa cicip menu cabe gendot. Kami pun memesan seporsi Rebon Cabe Gendot yang pada dasarnya berupa tumisan cabe gendot dengan bumbu rebon khas.

Bumbu cabe gendot enak dinikmati bersama nasi panas dan ayam goreng. Rasanya cenderung gurih asin, seperti udang rebon, tetapi ada sentuhan manisnya.

Cabe gendot dimasak sampai teksturnya empuk layu. Beberapa buah cabe menurut kami tidak pedas. Hanya memberikan sensasi panas cabe yang khas.

Namun, untuk cabe gendot yang bagian atas atau permukaannya ada warna oranye, rasa pedasnya sangat kuat dan menyengat. Jejak rasa pedasnya sampai sulit hilang dari area mulut dan lidah.

Ayam Basah Bandung Ce'Unah juga punya menu Sayur Asem yang warna kuahnya cenderung oranye pekat dan ada serpihan cabai gilingnya. Rasanya cenderung asam gurih pas dan sedikit manis. Isiannya terdiri dari melinjo, potongan jagung, dan kacang panjang.

Tersedia juga Telur Barendo yang gak begitu berminyak dan tidak begitu asin gurih. Tahu susu yang lembut juga tak kalah jadi pelengkap yang nikmat.

6. Es Ce'Unah jadi penutup yang pas

Ayam Basah Bandung Ce'UnahBisa menikmati Es Ce'Unah sebagai penutup yang manis menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Ayam Basah Bandung Ce'Unah tawarkan beberapa pilihan minuman, seperti Es Jeruk yang pakai jeruk peras asli, rasanya tidak terlalu manis meski pakai gula.

Jangan kaget kalau pesan Es Teh Tawar karena gelasya jumbo dan free refill, bisa diambil langsung dari dispenser yang sudah tersedia di restoran.

Sebagai penutup, bisa pesan Es Ce'Unah (Rp 38.000). Penyajiannya mirip es campur, yang dilengkapi dengan nangka, kepala, nata de coco, santan, dan pacar Cina. Namun, ada tambahan mochi yang membuatnya lebih unik.

Rasa manisnya menurut kami sangat pas. Isiannya juga berpadu sempurna baik dari segi rasa maupun tekstur. Jadi penutup yang pas usai makan ayam dan sambal yang gurih.

Jika tertarik, kamu bisa mampir langsung ke gerainya. Namun lebih baik datang lebih awal atau sekitar pukul 15.00 supaya antrenya tidak begitu lama.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Cobain Lidah Sapi-Oseng Cumi Super Pedas"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)