kingsheadwye.com

Cedera Olahraga Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Penanganan Tepat Bantu Kembali Aktif Berolahraga

Bagikan:

JAKARTA – Popularitas olahraga di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya olahraga lari dan bersepeda, berbagai cabang olahraga seperti padel, tenis, badminton, hingga latihan kebugaran di gym semakin diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

Di balik tren gaya hidup aktif itu, risiko cedera olahraga juga ikut meningkat. Cedera tidak hanya dialami atlet profesional, tetapi juga masyarakat umum yang rutin berolahraga, terutama jika latihan dilakukan tanpa persiapan fisik yang memadai atau melebihi kemampuan tubuh.

Cedera olahraga dapat berupa gangguan pada otot, sendi, ligamen, tendon, hingga tulang. Kondisi ini umumnya terjadi akibat gerakan berulang, perubahan arah secara tiba-tiba, benturan, atau penggunaan teknik olahraga yang kurang tepat.

Selain menimbulkan rasa nyeri, cedera yang tidak ditangani dengan baik berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari dan memperpanjang waktu pemulihan.

Karena itu, para ahli menilai pencegahan menjadi langkah penting sebelum seseorang memulai aktivitas olahraga. Pemanasan, latihan kekuatan otot, menjaga fleksibilitas, serta meningkatkan intensitas latihan secara bertahap menjadi beberapa cara sederhana untuk membantu menekan risiko cedera.

Tak kalah penting, proses pemulihan setelah berolahraga juga sering kali menjadi aspek yang kurang diperhatikan. Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan jaringan otot setelah aktivitas fisik. Istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi, hingga latihan pemulihan dapat membantu tubuh kembali siap menjalani aktivitas berikutnya.

Seiring berkembangnya ilmu kedokteran olahraga, penanganan cedera kini tidak hanya berfokus pada menghilangkan rasa sakit. Pendekatan yang dilakukan juga mencakup evaluasi kondisi fisik, rehabilitasi, hingga pendampingan agar seseorang dapat kembali berolahraga secara aman sesuai kapasitasnya.

Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan FIP Bronze Banten 2026, turnamen padel internasional yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026. Dalam ajang ini, Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center hadir sebagai Official Medical Partner dengan menyiapkan dukungan medis selama kompetisi berlangsung.

BACA JUGA:


Selain menyediakan dokter dan tim medis untuk asesmen awal apabila terjadi keluhan atau cedera, layanan yang dihadirkan juga mencakup fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, hingga pendampingan kebugaran bagi peserta sesuai kebutuhan.

Menurut dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center, performa olahraga tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga kualitas persiapan dan pemulihan.

"Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” ujar dr. Nahum.

Ia menambahkan peran kedokteran olahraga juga mencakup proses back to sport, yaitu pendampingan bertahap setelah cedera agar seseorang tidak hanya terbebas dari nyeri, tetapi juga memiliki kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, serta kesiapan fisik untuk kembali beraktivitas olahraga.

Sementara itu, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga di Bethsaida Hospital Gading Serpong, menjelaskan bahwa setiap cedera memerlukan evaluasi yang tepat karena tingkat keparahannya dapat berbeda.

"Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” jelas dr. Herryanto.

Penanganan yang menyeluruh dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu proses pemulihan.

Setelah fase penyembuhan selesai, program rehabilitasi dan latihan bertahap dapat membantu mengembalikan kekuatan otot, stabilitas sendi, koordinasi, serta kepercayaan diri seseorang sebelum kembali berolahraga.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+