kingsheadwye.com

CENTCOM Sebut Serangan Balasan atas Ancaman Rudal Teheran, AS Kembali Gempur Iran

AKURAT.CO Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran setelah jeda singkat operasi militer berakhir. Serangan terbaru ini menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Washington dan Teheran setelah sebelumnya muncul harapan adanya ruang diplomasi.

Laporan Axios yang mengutip seorang pejabat senior Amerika Serikat menyebutkan, serangan udara dimulai pada Kamis malam waktu setempat. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) kemudian mengonfirmasi operasi tersebut dan menyatakan bahwa serangan merupakan respons langsung terhadap upaya serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

"Pasukan AS mulai meluncurkan serangan terhadap Iran pada pukul 20.00 waktu Timur hari ini. Serangan tersebut merupakan respons kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berada di Timur Tengah," kata CENTCOM melalui unggahan di platform X.

Iran Disebut Coba Serang Pangkalan AS di Yordania

CENTCOM menyatakan rudal-rudal tersebut ditembakkan dari wilayah Iran dalam apa yang disebut sebagai "upaya serangan kejutan" terhadap pasukan Amerika Serikat di kawasan.

Meski tidak merinci lokasi target, sejumlah laporan media Amerika, termasuk Axios, menyebut rudal Iran diarahkan ke pangkalan militer AS di Yordania.

Serangan tersebut menjadi serangan rudal balistik langsung pertama Iran terhadap instalasi militer Amerika setelah Washington sebelumnya menghentikan sementara kampanye militernya terhadap Teheran untuk membuka peluang diplomasi.

Trump Ancam Balasan Keras terhadap Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung merespons keras serangan rudal Iran tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump memperingatkan bahwa Teheran akan menghadapi konsekuensi besar jika kembali menyerang pasukan Amerika.

"Kami akan menghantam mereka dengan keras. Mereka akan mendapatkan pukulan besar," ujar Trump seperti dikutip dari pernyataan yang disampaikan koresponden Fox News.

Trump sebelumnya juga telah berulang kali memperingatkan Iran agar tidak menyerang aset maupun personel Amerika di kawasan Timur Tengah.

AS dan Arab Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Ketegangan antara Washington dan Teheran juga meningkat setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi melakukan operasi gabungan terhadap kelompok milisi yang didukung Iran di Irak pada Selasa malam.

Kelompok Popular Mobilization Forces (PMF) atau Hashed al-Shaabi melaporkan sedikitnya 20 anggotanya tewas dalam serangan tersebut.

CENTCOM menyebut operasi itu menargetkan pusat logistik dan fasilitas penyimpanan senjata milik kelompok yang berafiliasi dengan Iran di wilayah timur Irak.

Militer AS mengatakan serangan tersebut merupakan respons atas lebih dari 30 serangan drone dalam tiga hari sebelumnya yang menurut Washington diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap pasukan AS serta fasilitas energi Arab Saudi.

Operasi tersebut berlangsung setelah Arab Saudi mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat drone yang mengarah ke fasilitas minyak di Provinsi Timur. Riyadh menuding kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Iran di Irak berada di balik upaya serangan tersebut.

Sumber: Axios