kingsheadwye.com

Cerita Evakuasi Korban Kebakaran Pavilion Pakai Skylift

Liputan6.com, Jakarta - Proses evakuasi korban kebakaran di Apartemen Pavilion di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat selesai, Jumat (4/9/2026). Namun, penyebab kejadian masih belum diketahui. Dugaan awal kebakaran disebabkan masalah kelistrikan.

"Dalam proses penyelidikan gitu ya, tetapi kemungkinan besar terkait dengan fenomena kelistrikan," kata Kepala Dinas Penggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakara Bayu Meghantara di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Kemudian, Bayu mengungkapkan hambatan selama proses evakuasi. Menurutnya, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena petugas harus menggunakan Bronto skylift untuk mengevakuasi penghuni apartemen.

Kapasitas keranjang pada masing-masing unit terbatas, yakni maksimal lima orang termasuk satu operator. Dengan kondisi tersebut, petugas hanya dapat mengevakuasi sekitar empat orang dalam setiap proses pengangkutan dari lantai atas menuju ke bawah.

"Kami ini butuh waktu ya untuk evacuate, sementara keranjang kami ini, ini kan kapasitasnya hanya untuk lima orang," ujar Bayu.

Dalam prosesnya, dua unit Bronto skylift dengan jangkauan 55 dan 104 meter dikerahkan untuk proses evakuasi. Sementara satu unit lainnya disiagakan di bagian depan gedung.

Selain itu, proses evakuasi juga membutuhkan waktu karena sejumlah warga mengalami kekhawatiran saat harus turun dari lantai atas menggunakan alat tersebut.

"Jadi memang proses evakuasi itu karena mungkin kephobiaan, karena turun dari lantai atas juga ke bawah kan juga butuh effort," katanya.

Sebanyak 33 orang dievakuasi dalam kebakaran di Apartemen Paviliun, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Dari 33 orang yang dievakuasi, 31 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan dua lainnya warga negara asing (WNA).

"Alhamdulillah yang agak relatif lama kami terkait dengan evacuate. Evakuasi alhamdulillah kami bisa menyelamatkan jiwa sejumlah 33 orang," kata Bayu.

"Terdiri dari 31 warga negara Indonesia dan dua orang warga negara asing," sambungnya.

Bayu menjelaskan, dari total warga yang dievakuasi, terdapat tiga bayi. Sejumlah korban yang dievakuasi juga mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Ini kan butuh butuh apa ya, butuh penanganan lebih lanjut ya. Lebih lanjut, mungkin termasuk juga mungkin ketakutan, fobia gitu ya, karena memang situasi asap yang cukup tebal di dalam apartemen ini," tuturnya.