kingsheadwye.com

Cetak sawah baru Lampung 1.450 hektare dorong ekstensifikasi pertanian

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan mengatakan bahwa luas cetak sawah baru di Provinsi Lampung pada 2026 yang mencapai 1.450 hektare dapat mendorong ekstensifikasi pertanian.

"Adanya penambahan luas panen di Provinsi Lampung mencapai 31 ribu hektare, terjadi karena ada dua upaya yang dilaksanakan yakni dalam satu hamparan sawah ada kenaikan indeks pertanaman yang di dorong melalui optimalisasi lahan dan ekstensifikasi melalui cetak sawah baru," ujar Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan dalam upaya mendorong ekstensifikasi pertanian, Lampung mendapatkan alokasi cetak sawah baru seluas 1.450 hektare.

"Ekstensifikasi memang belum sepenuhnya dimulai tahun ini, namun dengan luas konstruksi 1.450 hektare, saat ini sudah selesai separuhnya," katanya.

Dia menjelaskan tanam perdana cetak sawah baru itu akan dimulai pada 20 Agustus mendatang, khusus bagi konstruksi sawah yang sudah selesai diolah.

Baca juga: DKI jalin "contract farming" 8.000 hektare untuk amankan pasokan beras

Menurut dia, tanam perdana pada 20 Agustus mendatang akan dilakukan di Kabupaten Tulang Bawang karena konstruksi sawah telah banyak yang selesai dan harus segera ditanam.

"Dengan ini bisa mendongkrak luas panen dan tentunya dengan memanfaatkan alat mesin pertanian bisa mempercepat proses pengolahan, panen, dan pasca panen, sehingga indeks pertanaman meningkat," tambahnya.

Kemudian ada pula teknologi budidaya yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan produksi di lahan hasil cetak sawah baru di Lampung.

"Dengan teknologi budidaya tanam langsung, tidak usah tanam pindah, ini juga bisa mempercepat tanam," ujar dia.

Baca juga: Pemerintah bantu cetak 1.000 hektare sawah rakyat baru di Aceh Jaya

Baca juga: Mentan Amran kawal cetak sawah dan oplah di Tanah Papua 137 ribu ha

Baca juga: Kementan perkuat cetak sawah di Kalimantan percepat swasembada pangan

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.