kingsheadwye.com

Daftar 10 Perempuan Pemimpin Bank Sentral Selain Destry Damayanti - Varia Katadata.co.id

Mahkamah Agung resmi melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026. Pelantikan ini menyusul pengesahan hasil uji kelayakan dan kepatuhan (fit and proper test) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rapat Paripurna, Selasa, 1 September 2026.

Penunjukan mantan Deputi Gubernur Senior BI ini mencetak sejarah baru sebagai wanita pertama yang menduduki posisi pimpinan tertinggi otoritas moneter Indonesia.

Pengangkatan Destry Damayanti menunjukkan kondisi yang semakin inklusif dalam pembuatan keputusan finansial dunia. Sektor keuangan makro yang sebelumnya didominasi laki-laki kini makin terbuka bagi kepemimpinan wanita.

Kehadiran para perempuan pemimpin bank sentral terbukti mampu menjaga stabilitas sistem keuangan, mengendalikan inflasi, hingga merumuskan kebijakan nilai tukar mata uang secara terukur di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global.

Kiprah 10 Perempuan Pemimpin Bank Sentral di Berbagai Negara

Sebelum Destry Damayanti mengemban amanat di Indonesia, sejumlah negara di kawasan Eropa, Amerika, Afrika, hingga Pasifik telah lebih dulu memercayakan bank sentral mereka kepada ekonom wanita.

Rekam jejak para penentu kebijakan moneter ini membuktikan bahwa kapasitas profesional merupakan kunci utama dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional. Informasi mengenai profil dan kepemimpinan 10 perempuan pemimpin bank sentral di berbagai belahan dunia dapat disimak dalam uraian berikut.

1. Jasmina Selimovic (Bosnia dan Herzegovina)

Jasmina Selimovic

Jasmina Selimovic (nap.ba)


Jasmina Selimovic resmi memimpin Bank Sentral Bosnia dan Herzegovina (Central Bank of Bosnia and Herzegovina) sebagai gubernur dengan masa jabatan enam tahun. Penunjukan ekonom senior ini menjadi bagian dari strategi penguatan reformasi sektor keuangan serta penjagaan stabilitas mata uang di kawasan Balkan.

Sebelum menempati posisi puncak di bank sentral, Selimovic mengasah keahliannya sebagai ekonom teknis di Departemen Keuangan Sarajevo.

Pengalaman akademis dan praktis yang panjang di bidang manajemen risiko keuangan menjadikannya figur sentral dalam menavigasi kebijakan moneter domestik. Kiprah Selimovic mempertegas peran strategis posisi perempuan pemimpin bank sentral dalam menjaga ketahanan makro ekonomi kawasan Eropa Timur.

2. Elizabeth Genia (Papua Nugini)

Elizabeth Genia

Elizabeth Genia (https://pngbusinessnews.b-cdn.net/)

Elizabeth Genia dipercaya memimpin Bank Sentral Papua Nugini (Bank of Papua New Guinea) sejak 20 Desember 2023 hingga 2027. Pengangkatannya menjadi tonggak penting bagi penataan struktur finansial negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia tersebut.

Tantangan utama yang dihadapi Genia mencakup upaya memperkuat nilai tukar mata uang kina yang mengalami tekanan berkelanjutan terhadap dolar Amerika Serikat. 

Di bawah kepemimpinan sosok perempuan pemimpin bank sentral ini, otoritas moneter Papua Nugini memperketat pengawasan perbankan guna menjaga likuiditas pasar dan menekan laju inflasi domestik.

3. Michele Bullock (Australia)

Michele Bullock

Michele Bullock

Michele Bullock mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Gubernur Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia) sejak 18 September 2023. Dalam struktur otoritas moneter Australia, ia memimpin tiga badan utama sekaligus, yakni Dewan Bank Sentral, Dewan Sistem Pembayaran, dan Dewan Regulator Keuangan.

Karier Bullock dibangun secara bertahap dari posisi analis teknis hingga dipercaya menjabat Wakil Gubernur sebelum memegang pimpinan tertinggi. Pengalaman mendalam selama lebih dari tiga dekade di internal bank sentral memberikan landasan kuat bagi Bullock dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan. Kehadirannya semakin memperkuat keterwakilan pimpinan perempuan pemimpin bank sentral di tingkat internasional.

4. Hafize Gaye Erkan (Turki)

Hafize Gaye Erkan (Turki)

Hafize Gaye Erkan (Turki)

Hafize Gaye Erkan menarik perhatian publik global saat ditunjuk menjadi Gubernur Bank Sentral Turki (Central Bank of the Republic of Türkiye) pada Juni 2023. Latar belakangnya sebagai doktor ekonomi lulusan Universitas Princeton serta mantan eksekutif perbankan investasi di Amerika Serikat menjadi modal utamanya.

Meskipun mengundurkan diri pada Februari 2024 akibat tekanan politik internal, rekam jejak Erkan tercatat signifikan lewat keberaniannya menaikkan suku bunga acuan secara agresif untuk meredam lonjakan hiperinflasi Turki. Kehadiran Erkan menjadi catatan penting dalam sejarah perjalanan para perempuan pemimpin bank sentral di kawasan Timur Tengah.

5. Christine Lagarde (Uni Eropa)

Christine Lagarde (Uni Eropa)

Christine Lagarde (Uni Eropa)

Christine Lagarde merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam arsitektur keuangan dunia. Mantan Menteri Keuangan Prancis dan mantan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) ini menjabat sebagai Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank) sejak 2019.

Lagarde memegang kendali atas kebijakan moneter di seluruh negara anggota kawasan euro di tengah tantangan krisis energi dan ketegangan geopolitik global. Kepemimpinannya dalam mengelola stabilitas harga menjadikan Lagarde berada di jajaran terdepan dalam daftar tokoh perempuan pemimpin bank sentral kelas dunia.

6. Caroline Abel (Seychelles)

Caroline Abel (Seychelles)

Caroline Abel (Seychelles)

Caroline Abel menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Seychelles (Central Bank of Seychelles) setelah meniti karier dari jenjang bawah. Sebelum menduduki posisi puncak, Abel bertugas sebagai analis ekonomi senior hingga diangkat menjadi Wakil Gubernur.

Pendekatan transparan yang diterapkannya berhasil menjaga stabilitas ekonomi Seychelles yang sangat bergantung pada sektor pariwisata internasional. Keberhasilan Abel membuktikan bahwa ketahanan finansial negara kepulauan sangat ditentukan oleh kapabilitas seorang perempuan pemimpin bank sentral.

7. Victoria Rodriguez Ceja (Meksiko)

Victoria Rodriguez Ceja (Meksiko)

Victoria Rodriguez Ceja (Meksiko)

Victoria Rodríguez Ceja mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang memimpin Bank Sentral Meksiko (Banco de México) sejak resmi dilantik pada 1 Januari 2022. Ia merupakan ekonom berpengalaman yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat senior di Kementerian Keuangan Meksiko.

Fokus utama kepemimpinan Rodríguez Ceja adalah mengendalikan tingkat inflasi domestik serta menjaga independensi otoritas moneter dari intervensi politik anggaran pemerintah. Kehadirannya menempatkan Meksiko sebagai pelopor kesetaraan gender dalam jajaran pimpinan perempuan pemimpin bank sentral di Amerika Latin.

8. Elvira Nabiullina (Rusia)

Elvira Nabiullina (Rusia)

Elvira Nabiullina (Rusia)

Elvira Nabiullina memegang jabatan sebagai Gubernur Bank Sentral Rusia (Central Bank of Russia) sejak Juni 2013. Kepercayaan panjang yang diberikan kepadanya didasarkan pada kemampuannya mengelola cadangan devisa dan merumuskan kebijakan nilai tukar di tengah krisis.

Nabiullina berhasil mempertahankan stabilitas sistem perbankan domestik dan nilai tukar rubel di tengah tekanan sanksi ekonomi internasional yang masif. Keahlian teknisnya menempatkan Nabiullina sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam kelompok perempuan pemimpin bank sentral secara global.

9. Jeanette Semeleer (Aruba)

Jeanette Semeleer mengabdikan keahliannya sebagai Presiden Bank Sentral Aruba (Central Bank of Aruba) sejak 2008. Aruba merupakan negara konstituen otonom di bawah Kerajaan Belanda yang terletak di wilayah Laut Karibia.

Semeleer berperan penting dalam mempertahankan skema patok nilai tukar mata uang florin Aruba terhadap dolar AS guna menjamin kepastian iklim investasi. Dedikasi jangka panjangnya menjadikan Semeleer sebagai figur senior di antara jajaran perempuan pemimpin bank sentral di wilayah Karibia.

10. Retselisitsoe Matlanyane (Lesotho)

Retselisitsoe Matlanyane memimpin Bank Sentral Lesotho (Central Bank of Lesotho) selama hampir satu dekade pada periode 2012–2021. Setelah menyelesaikan tugasnya di bank sentral, ia dipercaya mengemban amanat sebagai Menteri Keuangan Lesotho.

Atas kontribusinya dalam mengelola sistem keuangan dan kebijakan makro, Matlanyane dinobatkan ke dalam daftar 100 wanita Afrika paling berpengaruh. Rekam jejak ini mempertegas kontribusi nyata para perempuan pemimpin bank sentral terhadap pembangunan ekonomi di benua Afrika.