Danantara soal Alih Saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu: Rencana September
Jakarta, CNN Indonesia --
Danantara ungkap pemindahan kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ditargetkan rampung pada September.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan porsi saham milik BUMN di KCIC nantinya akan dialihkan sepenuhnya ke Special Mission Vehicle (SMV) milik Kemenkeu.
Adapun kepemilikan saham sejumlah perusahaan pelat merah di PT KCIC selama ini dikelola melalui perusahaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KCIC kan sedang berproses, sudah disampaikan juga oleh Pak Menkeu ya, nanti akan dialihkan ke Kementerian Keuangan. Rencananya September ini," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Kendati demikian, Dony enggan membeberkan SMV Kemenkeu mana yang akan ditunjuk sebagai pemegang saham baru di PT KCIC.
"Belum tahu. Tanya Pak Menteri Keuangan," ujar Dony.
SMV merupakan lembaga khusus di bawah Kemenkeu yang bertugas mendukung pembiayaan pembangunan dan investasi pemerintah.
Sejumlah SMV antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), hingga Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Kesepakatan pengambilalihan terjadi usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Dony pada Rabu (5/8).
Purbaya menyampaikan saham KCIC akan dikelola oleh salah satu SMV Kemenkeu agar tidak menjadi beban langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dialihkan ke Kemenkeu, diolah saya semuanya. Tetapi nanti kami akan pakai salah satu tangan SMV fiskal untuk mengelola. Kami kan punya banyak, ada SMI dan lain-lain. Jadi enggak langsung tanggung jawab APBN, walaupun diolah pemerintah," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Purbaya menegaskan pengalihan saham tersebut tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditaksir mencapai Rp79 triliun akan dialihkan ke APBN.
Menurut Purbaya, SMV memiliki kemampuan keuangan untuk mengelola aset tersebut tanpa memerlukan suntikan dana pemerintah.
"SMV kan punya untung juga, jadi sebagian akan dibiarkan ke situ. Kira-kira begitu gambaran kasarnya," katanya.
Saat ini, 60 persen saham KCIC dimiliki konsorsium PSBI yang beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero). Sementara 40 persen sisanya dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Purbaya juga memastikan proses pengalihan kepemilikan saham tersebut sedang dipercepat agar dapat diselesaikan sesuai target pada pertengahan September.
(dhz/ins)