kingsheadwye.com

Dandim Nabire pastikan progres pembangunan KDMP positif - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Dandim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto Tirta Mentari menyebut pembangunan enam dari tujuh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nabire telah mencapai progres di atas 95 persen.

“Untuk pembangunan KDMP, salah satu unit progres pembangunan masih 94 persen. Sedangkan enam lainnya sudah di atas 95 persen, ada yang 98 persen, bahkan dua di antaranya sudah 100 persen,” kata Dwi di Nabire, Sabtu.

Ia menjelaskan, Kodim 1705/Nabire mendapat tugas membangun tujuh KDMP di wilayah Kabupaten Nabire. Dua bangunan di Kampung Bumi Raya dan Kalisemen telah selesai 100 persen.

Sementara lima bangunan lainnya berada di Kampung Lagari sebanyak dua titik, Karadiri, Wanggar Makmur, dan Wiraska dengan progres pembangunan masing-masing rata-rata sudah di atas 94 persen.

Ia mengatakan pembangunan tujuh KDMP tersebut mencakup Bumi Raya, Kalisemen, Lagari, Karadiri, Wanggar Makmur, dan Wiraska serta satu lokasi lainnya yang masih dalam proses penyelesaian.

Ditargetkan pembangunan seluruh KDMP tersebut dapat diselesaikan paling lambat pertengahan September 2026 dan pihaknya siap mendapat penugasan pembangunan KDMP lainnya.

Menurutnya, pembangunan fisik KDMP menjadi bagian dari persiapan agar koperasi dapat segera digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kampung.

“Keterlibatan Kodim hanya untuk pembangunan fisik KDMP. Sedangkan pengelolaan operasional dan penyediaan barang menjadi tanggung jawab Agrinas,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan fisik melibatkan TNI karena anggaran sekitar Rp2,2 miliar per KDMP perlu disesuaikan dengan kondisi geografis dan tingginya biaya pembangunan di Papua.

Menurutnya, pembangunan melalui TNI dapat menekan biaya sehingga anggaran tersebut tetap mencukupi untuk membangun fasilitas KDMP di tengah tingginya biaya konstruksi di Papua.

“Kalau diserahkan ke pihak lain Rp2,2 miliar tidak akan cukup karena KDMP memiliki standar kualitas dan harus dibangun di lahan minimal seluas 20x30 meter,” katanya.

Ia menambahkan, program KDMP dirancang untuk memangkas rantai pasok dari produsen ke konsumen sehingga masyarakat memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau.

KDMP juga berfungsi sebagai offtaker atau penjamin pasar dengan menampung hasil produksi masyarakat sehingga petani, peternak, dan pelaku UMKM tidak kesulitan mencari pembeli.

Ia menjelaskan hasil produksi pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah akan dihimpun melalui koperasi untuk membantu menjaga harga di tingkat produsen tetap kompetitif sekaligus menguntungkan.

“Supaya masyarakat tidak bingung menjual hasil produksi mereka. Selain itu seluruh barang bersubsidi dari pemerintah akan disalurkan melalui KDMP agar harga tidak melampaui HET sehingga koperasi tersebut tidak dapat disamakan dengan toko ritel swasta,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada dua tahun pertama operasional KDMP akan didampingi pengurus dari PT. Agrinas untuk memastikan pengelolaan administrasi, rantai pasok, dan penjualan berjalan baik.

Menurutnya, pengurus dari Agrinas juga akan melatih pengurus koperasi dari daerah selama masa pendampingan sebelum pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada pengurus koperasi setempat.

“Jadi bukan bangunan selesai nanti langsung diserahkan ke pengurus koperasi daerah. Ada proses mentoring bagaimana administrasinya dan pengelolaannya,” katanya.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.