Dekranasda Kaltim berkomitmen perluas pasar kerajinan lokal - ANTARA News Kalimantan Timur
Bontang (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen memperluas akses pasar dan promosi produk kerajinan daerah guna meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal di "Bumi Etam".
Ketua Dekranasda Kaltim Sarifah Suraidah Harum di Bontang, Minggu, mengatakan pihaknya siap hadir mendampingi, membantu promosi, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi perajin lokal.
"Melihat semangat para ibu di sini makin menguatkan komitmen kita. Dekranasda Kaltim tidak akan tinggal diam. Kami akan terus hadir mendampingi, membantu promosi, dan membuka akses pasar yang lebih luas agar karya indah ini makin dikenal dan menyejahterakan para perajinnya," kata Sarifah saat mengunjungi perajin batik di Kota Bontang.
Dalam kunjungan tersebut, Sarifah mengatakan sempat menjajal langsung menorehkan malam menggunakan canting di atas kain.
Ia mengapresiasi ketelitian dan kesabaran para perajin, serta menyebut batik Bontang sebagai identitas daerah yang lahir dari rasa cinta.
Kota Bontang memiliki ragam batik khas, salah satunya Batik Kuntul Perak yang dipelopori oleh Syarif Abdul Kadir Assegaf sejak tahun 2009. Batik tersebut menggunakan motif burung kuntul perak (Egretta intermedia) yang merupakan maskot resmi Bontang, dengan filosofi masyarakat Bontang yang heterogen namun hidup rukun, pekerja keras, ramah, dan penuh energi.
Selain itu, terdapat motif Batik Wanyi Guntung yang berasal dari Kampung Guntung, sebuah wilayah wisata berbasis adat budaya Kutai. Batik tersebut memiliki pola lembaran daun wanyi, sejenis pohon buah asli Kalimantan yang kini sudah langka.
Pengembangan batik itu, lanjutnya, menggunakan konsep ramah lingkungan melalui sistem pengolahan limbah pewarnaan yang ketat.
Berdasarkan data setempat, saat ini tercatat sekitar 16 perajin dan rumah produksi batik yang aktif dan terdaftar secara resmi di Bontang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima perajin terpilih berkolaborasi langsung memproduksi desain seragam resmi Batik Khas Bontang yang telah dipatenkan melalui sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Terkait kapasitas produksi, rumah produksi Batik Kuntul Perak yang memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar lokasi kerja mampu menghasilkan rata-rata 50 hingga 70 lembar kain batik per minggu.
Untuk jangkauan pemasaran, pasar domestik saat ini diserap oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) instansi pemerintahan, perusahaan swasta besar seperti PT Pupuk Kaltim, institusi pendidikan, serta wisatawan sebagai oleh-oleh premium.
Sementara untuk pasar nasional dan internasional, pesanan rutin mengalir ke luar Provinsi Kaltim melalui platform digital.
Produk tersebut, menurut dia, juga kerap dijadikan suvenir resmi untuk tamu korporat asing serta dipamerkan dalam ajang dagang internasional di luar negeri.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.