Delapan Nama Masuk Bursa Ketum PBNU, Dukungan Masih Dinamis Jelang Muktamar Ke-35
"Kalau kemudian agak hangat, ada banyak yang ingin maju menjadi Ketua Umum, itu hal yang biasa. Itu menunjukkan adanya demokrasi dan penyampaian aspirasi di lingkungan NU," ujar Mukri, Sabtu (18/7/2026).
Hingga kini belum ada figur yang benar-benar menguasai dukungan. Mukri menilai seluruh peta politik masih sangat cair dan berpotensi berubah menjelang pelaksanaan muktamar.
Baca Juga: M. Nuh Ajak Warga NU Jaga Kerukunan, Muktamar ke-35 NU Diharapkan Jadi Reuni Penuh Kegembiraan
Mukri menyebut sedikitnya delapan tokoh yang saat ini ramai diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, yaitu:
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU.
KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU.
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PWNU Jawa Timur.
KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Ketua PWNU Jawa Tengah.
Nasaruddin Umar, Menteri Agama.
Gudfan Arif, Bendahara Umum PBNU.
KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo.
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Meski nama-nama tersebut mulai mengemuka, Mukri menegaskan belum ada kandidat yang dapat disebut sebagai unggulan.
Ia menilai konfigurasi dukungan masih terus bergerak dan sangat mungkin berubah hingga forum muktamar berlangsung.
Mukri menjelaskan setiap bakal calon Ketua Umum PBNU harus memenuhi ketentuan organisasi berupa dukungan sedikitnya 99 suara dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).
Apabila tidak memenuhi ambang batas tersebut, seorang bakal calon tidak dapat ditetapkan sebagai calon resmi.
Menurutnya, kondisi itu membuka peluang terjadinya konsolidasi maupun koalisi antarkelompok pendukung sebelum proses pencalonan ditetapkan.
"Kalau ternyata kurang dari situ, tidak memenuhi syarat menjadi calon. Nanti bisa saja terjadi semacam koalisi," katanya.
Mukri menambahkan arah dukungan baru akan terlihat secara nyata ketika tahapan pencalonan dimulai dalam Muktamar Ke-35 NU.
Selain membahas dinamika pencalonan, Mukri memastikan persiapan Muktamar Ke-35 NU terus dimatangkan.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Bisnis Sewa Rumah di Tambakberas Jombang Laris Manis
Menurutnya, koordinasi antara panitia pusat dan panitia lokal berlangsung intensif untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi sebelum forum berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Ia mengatakan kesiapan sarana dan prasarana secara umum telah terpenuhi sehingga perhatian panitia kini berfokus pada penyusunan materi persidangan.
Materi tersebut akan menjadi dasar pembahasan peserta dalam merumuskan arah kebijakan organisasi, rekomendasi strategis, serta berbagai keputusan penting yang akan menjadi pedoman PBNU pada masa kepengurusan mendatang.
Mukri optimistis Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung lancar, tertib, serta menghasilkan keputusan yang memperkuat organisasi dan memberi manfaat bagi warga Nahdliyin maupun kehidupan kebangsaan Indonesia.