Di Tengah Konflik Timur Tengah, Penerbangan Eropa Tetap Moncer
Jakarta -
Konflik di Timur Tengah membuat industri aviasi global waspada. Meski begitu, sektor penerbangan Eropa tetap menunjukkan performa yang kuat dengan pertumbuhan trafik yang positif.
Data Eurocontrol, koordinator manajemen lalu lintas udara Eropa, mencatat rata-rata 35.959 penerbangan per hari pada 1 Juni-31 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, rekor tertinggi tercatat pada 10 Juli 2026.
Pada periode itu, jumlah penerbangan di jaringan Eropa mencapai 37.640 penerbangan, menjadi angka tertinggi yang pernah dicatat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejolak di Timur Tengah ternyata ikut mengubah peta lalu lintas penerbangan selama musim panas di Eropa. Namun dampaknya tidak merata, karena ada negara yang mengalami penurunan trafik, sementara negara lain justru mencatat pertumbuhan.
Mengutip The Independent, Jumat (18/9/2026), Eurocontrol menyebut konflik di Timur Tengah memengaruhi pola penerbangan di kawasan tersebut sepanjang musim panas.
"Hal ini menyebabkan lalu lintas yang lebih rendah di Bulgaria, Hungaria, Rumania, dan Turki, tetapi peningkatan lalu lintas yang tinggi di Albania, Kroasia, Siprus, Yunani, Montenegro, Makedonia Utara, Serbia, dan Slovenia, serta pertumbuhan yang terus berlanjut di Eropa barat daya," pernyataan Eurocontrol.
Meski lalu lintas meningkat, ketepatan waktu penerbangan juga membaik. Sebanyak 72,6% penerbangan tiba tepat waktu selama musim panas, naik 1,2% dibandingkan musim panas 2025. Tetapi, keterbatasan kapasitas dan tenaga kerja masih menyebabkan keterlambatan, terutama di Marseille, Athena, dan Barcelona.
Eurocontrol memperkirakan jumlah penerbangan masih tinggi pada September. Penerbangan pada hari Jumat diperkirakan bisa menembus lebih dari 37.000, sebelum lalu lintas secara bertahap menurun mulai Oktober.
Kenaikan lalu lintas udara juga tercermin dari jumlah penumpang di Inggris. Lebih dari 81 juta penumpang tercatat bepergian melalui bandara Inggris pada April-Juni 2026, melampaui rekor pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Data Civil Aviation Authority (CAA) menunjukkan sekitar 120.000 lebih banyak penumpang naik atau turun di bandara Inggris selama periode tersebut dibandingkan tahun 2025.
"Permintaan untuk terbang tetap tinggi, karena penumpang menyesuaikan rencana perjalanan mereka dengan berbagai peristiwa global. Hasil ini menunjukkan ketahanan dan kerja keras sektor penerbangan serta membuatnya tetap berada di jalur untuk mencatat tahun yang kembali memecahkan rekor," kata juru bicara CAA, Ross Lydall.
(upd/fem)