kingsheadwye.com

Di tengah krisis demografi, Jerman buka peluang bagi pekerja Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Dalam 15 tahun ke depan, Jerman diproyeksikan menghadapi salah satu gelombang pensiun terbesar dalam sejarahnya. Pada 2039, sekitar 13,4 juta orang dari generasi baby boomer, atau sekitar 31 persen angkatan kerja Jerman, diperkirakan memasuki masa pensiun.

Penyusutan jumlah penduduk usia produktif membuat Jerman semakin bergantung pada tenaga kerja asing untuk menjaga keberlangsungan pasar kerjanya. Migrasi tenaga kerja pun menjadi salah satu strategi yang ditempuh negara itu.

Laporan Migrasi Dunia 2026 yang diterbitkan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat sekitar 304 juta orang atau satu dari setiap 30 penduduk dunia tinggal di luar negara asalnya untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik.

"Di seluruh dunia, migrasi membantu mendorong lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, stabilitas, dan kohesi sosial," kata Direktur Jenderal IOM Amy Pope dalam laporan tersebut.

Bagi Jerman, mobilitas tenaga kerja seperti yang disebut dalam laporan itu menjadi salah satu cara mengatasi kekurangan pekerja akibat menuanya penduduk.

Menurut sumber di Kementerian Ketenagakerjaan dan Urusan Sosial Federal Jerman yang mengetahui kebijakan tersebut, pemerintah terus memperluas upaya menarik tenaga kerja terampil dari luar negeri.

Penjelasan itu disampaikan kepada ANTARA saat mengikuti program kunjungan Skilled Labour Migration di negara tersebut baru-baru ini.

Selain menghadapi penyusutan angkatan kerja, Jerman juga sedang mengubah struktur ekonominya menuju industri yang lebih ramah lingkungan. Transformasi tersebut meningkatkan kebutuhan tenaga profesional di sektor kesehatan, teknologi informasi, kecerdasan buatan, konstruksi, transportasi dan logistik, pendidikan anak usia dini, serta berbagai profesi teknis lainnya.

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.