kingsheadwye.com

Di Wihara Mendut, kaum muda lintas agama siraman hastabrata

Magelang (ANTARA) - Performa mini teater berjudul "Kritik Hastabrata", laksana mengajak kaum muda lintas agama yang berkumpul di halaman Wihara Mendut, Kabupaten Magelang, beroleh paradigma anyar ilmu kejawen, yang tidak lagi sekadar terkait kekuasaan politis, sebagaimana lazimnya.

Sekitar 25 seniman Studio Mendut yang menghadirkan pementasan sekitar 30 menit di hadapan 250-an peserta acara "Dialog Harmoni Lintas Iman dalam Budaya dan Olahraga" tersebut, terasa kental telah melakukan interpretasi baru hastabrata untuk segala urusan kepemimpinan manusia. Itu semacam mendobrak pemahaman umum yang politis atas hastabrata (delapan ajaran).

Masyarakat Jawa memaknai ilmu kepemimpinan dalam hastabrata dengan mengaitkan karakter delapan benda utama alam raya, yakni Matahari sebagai pemimpin yang memberi daya hidup, Bulan pemberi cahaya terang, Bintang pemberi arah, awan sosok wibawa, Bumi pendirian teguh, air tentang keterbukaan, api mengenai penegak kebenaran, dan angin perengkuh segala kalangan.

Dalang Sih Agung Prasetyo membabarkan pemaknaan pakem sifat-sifat benda alam itu di tengah pementasan, melalui dialog wayang Semar dan Kresna. Biasanya, ilmu hastabrata dihadirkan dalam pementasan wayang dengan lakon "Wahyu Makutharama" yang memberikan wedaran delapan nasihat kepada Arjuna tentang sifat-sifat kepemimpinan luhur dan utama.

Akan tetapi, budayawan Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang juga sutradara pementasan Sutanto Mendut, dalam pengantar pertunjukan itu, menyilakan audiens dari kalangan pemuda pemudi menyerap pemaknaan "Kritik Hastabrata" secara terbuka dan enteng, atau membangun keterhubungan makna secara bebas dengan keadaan terkini yang mereka hadapi dan rasakan.

"Ini (pementasan 'Kritik Hastabrata') nyumbang menarik, mumpung di wihara. Spiritualitas hastabrata yang klasik paradigma Jawa dikontemporerkan dengan zaman untuk dipahami Generasi Z, kalangan agama, atau CEO (chief executive officer), untuk pengelola MBG dan Kopdes (program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih), untuk hidup di zaman medsos dan AI (artificial intelligence)" ucapnya.

Sejumlah seniman Studio Mendut mementaskan karya mini teatrikal "Kritik Hastabrata" dalam acara "Dialog Harmoni Lintas Iman dalam Budaya dan Olahraga" di Kompleks Wihara Mendut Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/Hari Atmoko

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.