Dikabarkan Mau Delisting dari BEI, Bos CIMB Niaga Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) buka suara mengenai wacana melakukan pembatalan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan saat ini pihaknya tengah mengkaji berbagai opsi untuk memenuhi ketentuan free float 15%.
"Kami saat ini masih melakukan assessment terhadap beberapa opsi, dan komitmen kami untuk comply dengan peraturan," kata Lani saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).
Ia mengatakan bahwa bank swasta terbesar kedua RI itu selalu meminta masukan dari regulator mengenai opsi yang terbaik. Adapun tingkat free float saham BNGA saat ini sekitar 8,5%, jika menggabungkan saham masyarakat non warkat dan warkat.
"Dan CIMB Niaga selalu berkonsultasi dengan Regulator," pungkas Lani.
Kabar wacana delisting ini mencuat di pemberitaan media asing. Induk CIMB Niaga, CIMB Group Holdings Bhd dikabarkan tengah meningkatkan upaya untuk menjajaki kemungkinan delisting anak usahanya di Indonesia itu dan berencana untuk melakukan konsultasi dengan pihak regulator terkait langkah tersebut.
Sebagaimana melansir Reuters, CIMB Investment Bank Bhd (CIMB IB) mengungkapkan wacana tersebut dalam catatan risetnya yang terbaru. Bank investasi tersebut menyatakan bahwa langkah ini didasari oleh pandangan CIMB bahwa saham CIMB Niaga masih dinilai terlalu rendah (undervalued).
Selain itu, CIMB juga memiliki prospek positif jangka panjang terhadap Indonesia, terutama mengingat kekuatan CIMB Niaga di sektor pengelolaan kekayaan (wealth management), perbankan korporasi, konektivitas ASEAN, layanan perbankan bagi segmen nasabah kaya (mass affluent), serta perbankan syariah.
Lebih lanjut disebutkan bahwa terdapat tiga opsi yang tengah dipertimbangkan untuk memenuhi ketentuan mengenai saham yang beredar di publik (free-float) bagi CIMB Niaga. Antara lain, penempatan saham kepada investor strategis dengan valuasi yang dapat diterima; penawaran umum perdana kembali (re-IPO) - yang tampaknya sulit dilakukan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini; serta privatisasi, yang saat ini dinilai sebagai opsi yang lebih strategis dan kredibel.
"CIMB mencatat adanya berbagai opsi untuk melakukan delisting, termasuk skema yang memungkinkan pemegang saham minoritas untuk tetap memiliki sisa kepemilikan saham setelah proses delisting selesai. Hal ini merujuk pada preseden pengaturan kepemilikan saham minoritas yang pernah diterapkan pada CIMB Thai dan CIMB Bank Malaysia," jelas CIMB IB, dikutip dari Reuters, Rabu (21/10/2026).
Mereka menambahkan, upaya untuk tetap menjaga aliran dividen dari CIMB Niaga kepada grup induk tetap menjadi pertimbangan utama dalam mengevaluasi langkah strategis apa pun.
Seiring dengan beredarnya kabar wacana delisting ini, saham CIMB Niaga melesat tinggi. Mengutip Stockbit, saham BNGA naik 11,29% ke level 1.730 pada sesi II perdagangan Rabu (21/10/2026).
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]