kingsheadwye.com

Dilarang di China, Harga per Gram Teh Ini Setara 6 Gram Emas

CNN Indonesia

Jumat, 24 Jul 2026 06:00 WIB

Teh Da Hong Pao, yang disebut sebagai teh termahal di dunia.
Ilustrasi. Teh Da Hong Pao, yang disebut sebagai teh termahal di dunia. (iStockphoto/manyu ng)

Jakarta, CNN Indonesia --

Tak ada yang mengalahkan mahalnya harga teh satu ini. Terdengar sulit dipercaya, tapi teh asal China satu ini dijual dengan harga Rp16,7 miliar per kilogram (kg).

Jika dibagi ke dalam satuan gram, maka harganya menjadi Rp16,7 juta per gram. Harga ini bahkan melebihi harga 6 gram emas (Rp2,6 juta/gram) saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia adalah teh Da Hong Pao. Sering disebut sebagai yang termahal di dunia, varian teh oolong legendaris ini tak cuma dikenal karena rasanya. Kelangkaannya dan sejarahnya membuat teh Da Hong Pao jadi salah satu harta karun terbesar di dunia teh.

Namun, kini pemerintah China melarang teh Da Hong Pao asli dipanen secara komersial. Jikapun Anda masih bisa membeli Da Hong Pao, maka dipastikan itu bukan teh yang asli.

Mengutip NDTV, Da Hong Pao adalah teh oolong yang ditanam di Pegunungan Wuyi, Fujian, China. Pegunungan berbatu yang dramatis ini dikenal lantaran menghasilkan beberapa teh terbaik di dunia.

Pilihan Redaksi

  • Indonesia Peringkat 5 Dunia Diabetes, Banyak Tak Sadar Sudah Sakit
  • Tren Minuman Ube Ungu di Kuliner Global, Siap Geser Dominasi Matcha
  • Logo Bunga Mirip Louis Vuitton, Molly Tea Didenda Rp27 Miliar

Berbeda dengan teh hijau atau hitam, oolong biasanya berada di antara keduanya. Teh oolong menggabungkan kesegaran teh hijau dan kekayaan rasa teh hitam.

Secangkir teh oolong biasanya menghadirkan aroma bunga yang kompleks, aroma panggang, aroma buah, dan sedikit berasap. Setiap tegukan biasanya diakhiri dengan rasa manis alami.

Ada banyak teh oolong yang dijual di pasaran. Tapi, kesemuanya jelas berbeda dengan Da Hong Pao.

Da Hong Pao hanya dihasilkan dari enam pohon yang tersembunyi di antara tebing-tebing Pegunungan Wuyi. Kesemuanya dikenal dengan sebutan 'Pohon Induk'.

Tanaman kuno itu diyakini berusia ratusan tahun dan dianggap sebagai harta nasional China yang tak ternilai harganya.

Karena hanya dihasilkan dari enam pohon, jumlah teh yang diproduksi pun terbatas. Kelangkaan itu mendorong harga teh Da Hong Pao ke level yang sangat tinggi.

Mengutip BBC, dalam sebuah lelang teh yang paling terkenal, 20 g Da Hong Pao terjual dengan harga Rp549,7 juta. Lebih mahal dari harga 20 g emas yang angkanya saat ini bisa mencapai Rp52,7 juta.

Kini dilarang

Kelangkaan itu membuat Pemerintah China melarang produksi teh Da Hong Pao secara komersial dari Pohon Induk yang asli. Tanaman kuno ini kini dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya China. Tak ada seorang pun yang diizinkan untuk memanen daun teh dari pohon tersebut.

Pemerintah bahkan mengasuransikan pohon-pohon tersebut lantaran nilai sejarah dan budayanya yang sangat besar. Panen terakhir dari Pohon Induk disimpan di dalam Museum Istana Beijing.

Teh Da Hong Pao yang tersedia saat ini diproduksi dari keturunan (klon) Pohon Induk asli yang dibudidayakan.

Secara tradisional, teh ini diseduh dalam teko tanah liat menggunakan air mendidih pada suhu 95-100 derajat Celcius.

Tak seperti tea bag yang biasa dibuang setelah dicelup, daun Da Hong Pao bisa diseduh beberapa kali. Banyak penggemar percaya bahwa seduhan ketiga dan keempat akan menghasilkan cita rasa teh yang paling kaya.

Dengan Pohon Induk asli yang kini dilindungi secara permanen, teh Da Hong Pao yang autentik hampir tak mungkin ditemukan.

(asr)

Add

as a preferred
source on Google