Dinkes Bangka Tengah perkuat intervensi multisektor tekan stunting - ANTARA News Bangka Belitung
Koba, Babel (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat intervensi multisektor untuk menekan prevalensi stunting yang saat ini masih kisaran 21 persen, dengan target turun menjadi 18 persen melalui berbagai program terpadu.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Zaitun di Koba, Selasa, mengatakan intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan bagi balita di seluruh puskesmas, penguatan posyandu, serta kolaborasi lintas sektor.
"Intervensi kita terhadap stunting sudah jelas, kita selalu memberikan makanan tambahan di setiap puskesmas untuk kalangan balita dan penguatan posyandu," ujarnya.
Dia mengharapkan pemberian makanan tambahan yang dibarengi dengan penguatan fungsi posyandu mampu memperbaiki status gizi balita dan menekan angka stunting secara bertahap.
"Dengan pemberian makanan tambahan di puskesmas dan penguatan posyandu, tentu kita berharap angka stunting bisa ditekan," katanya.
Ia menjelaskan penguatan posyandu dilakukan melalui sinergi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta sejumlah pihak swasta.
Dinas Kesehatan juga menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan bahan pangan bergizi, terutama sayur-mayur, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Zaitun mengatakan stunting persoalan yang dipengaruhi banyak faktor sehingga penanganan tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara terpadu.
"Intinya penyebab stunting ini cukup banyak, maka intervensinya tentu harus dilakukan multisektor dengan berbagai intervensi yang dilakukan," katanya.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.