kingsheadwye.com

Dinkes DKI ajak orang tua lengkapi imunisasi anak lewat BIAS 2026

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengajak para orang tua untuk melengkapi imunisasi anak-anak mereka di sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan digelar pada November 2026.

"Silahkan diikutkan anaknya (dalam BIAS) supaya tidak menjadi titik terlemah untuk menjadi penular penyakit kepada anak-anak lain," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan BIAS dilakukan pada Agustus lalu dan November dengan jenis vaksin yang disesuaikan di setiap jenjangnya, yakni untuk anak kelas 1,2, dan 5 SD.

"Pada November ini, akan diberikan imunisasi DT (Diphtheria Tetanus) pada anak kelas 1, dan imunisasi Td (Tetanus diphtheria) pada anak kelas 2 dan 5. Walaupun demikian, masih dibuka kesempatan untuk para orang tua untuk melengkapi dosis imunisasi yang mungkin terlewat pada bulan Agustus (MR dan HPV) kemarin," tutur Puji.

Baca juga: 44 Puskesmas kecamatan di Jakarta layani imunisasi kejar campak

Dia pun mengingatkan orang tua, bekerja sama dengan guru, petugas kesehatan, sampai ke lintas sektor lain, mempunyai tanggung jawab memastikan anak-anak mereka diimunisasi.

BIAS merupakan salah satu pendekatan kesehatan untuk memastikan penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak akan membahayakan anak-anak, terutama generasi selanjutnya.

"Ini adalah pemberian kekebalan, merupakan hal yang lebih efektif dibandingkan dengan hal lain untuk pencegahan, terutama penyakit menular dan bisa mengakibatkan KLB (kejadian luar biasa) atau wabah," ujar Puji.

Namun, dia mencatat walaupun BIAS menjadi kegiatan rutin yang dilakukan di sekolah, angka partisipasinya masih di bawah yang diharapkan.

Hingga berita ini diturunkan, ANTARA masih menunggu informasi terkini mengenai angka partisipasi anak dalam BIAS pada Agustus 2026.

"Kalau kita ingin menimbulkan atau menciptakan atau mengkondisikan bahwa sebuah komunitas atau populasi itu kebal terhadap penyakit tertentu, artinya ada ukuran bahwa semua anak di wilayah atau populasi tersebut harus bisa mendapatkan imunisasi," ungkap Puji.

Baca juga: Dinkes DKI imbau masyarakat terapkan PHBS cegah penularan campak

Baca juga: DKI lakukan evaluasi cakupan imunisasi campak hingga tingkat RT

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.