Dinkes Kaltim permudah akses layanan CKG dongkrak partisipasi warga - ANTARA News Kalimantan Barat
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mempermudah akses layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat yang saat ini masih tergolong minim.
"Selama ini terdapat misinformasi di tengah masyarakat yang mengira pemeriksaan kesehatan gratis hanya bisa dilakukan saat hari ulang tahun dan mewajibkan proses pendaftaran dengan aplikasi SATUSEHAT," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin di Samarinda, Senin.
Menjawab kendala tersebut, pemerintah telah menyederhanakan mekanisme layanan. Masyarakat kini tidak perlu lagi mendaftar lewat aplikasi maupun menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan tanggal lahir mereka. Warga cukup datang langsung ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut.
"Kami sudah mempermudah mekanismenya. Tidak harus saat ulang tahun dan tidak perlu mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT terlebih dahulu. Datang saja ke puskesmas, masyarakat akan langsung dilayani," tegas Jaya.
Ia menambahkan bahwa setiap warga berhak memanfaatkan layanan ini sedikitnya satu kali dalam setahun, bahkan bisa lebih apabila dibutuhkan sesuai dengan kondisi kesehatan.
Jaya menjelaskan kemudahan layanan ini diambil mengingat realisasi kunjungan harian ke fasilitas kesehatan yang masih sangat rendah. Setiap puskesmas sebenarnya telah menyiapkan kuota pelayanan bagi 30 orang setiap hari, namun rata-rata hanya satu hingga dua warga saja yang datang memanfaatkan layanan tersebut.
Secara keseluruhan, selama satu setengah tahun program ini berjalan, partisipasi warga baru menyentuh angka sekitar 300 ribu jiwa. Angka tersebut, menurut Jaya, masih jauh dari ekspektasi dan target pemerintah daerah yang menyasar 800 ribu hingga 900 ribu orang di kurun waktu tersebut.
Untuk memaksimalkan jangkauan program di 188 puskesmas yang tersebar pada 10 kabupaten dan kota se-Kaltim, Dinkes Kaltim meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih proaktif. Edukasi kepada masyarakat harus diperkuat dengan melibatkan tenaga puskesmas, kader kesehatan, hingga perangkat desa dan kelurahan.
“Pemerintah kabupaten/kota kami arahkan untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan memaksimalkan layanan puskesmas di wilayah mereka,” pungkas Jaya.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.