Dinkes Kota Sorong imbau warga gunakan masker saat kabut asap - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Sorong, Papua Barat Daya, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ispa), di tengah kabut asap melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat di Sorong, Selasa, mengatakan imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak El Nino, kemarau berkepanjangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Sorong supaya mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat kabut asap yang terjadi beberapa waktu ini," katanya.
Ia meminta masyarakat memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta menggunakan masker ketika harus keluar rumah.
Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak, terutama bagi kelompok rentan, seperti bayi, balita, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat ispa, penyakit paru-paru, dan asma.
"Kalau tidak ada hal-hal yang penting, tidak usah keluar. Terutama bagi kelompok-kelompok yang rentan," ujarnya.
Ia meminta masyarakat yang mengalami batuk disertai sesak napas segera menggunakan masker dan memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau rumah sakit.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menyiram halaman rumah dan jalan yang berdebu dengan air untuk mengurangi debu beterbangan dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Jemima juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan karena dapat memperparah kabut asap dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong Jenny Isir mengatakan ispa masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi berdasarkan pencatatan dari puskesmas dan rumah sakit di Kota Sorong.
Ia menyebutkan jumlah kasus Ispa pada Januari hingga September 2026 mencapai 23.482 kasus, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 21.882 kasus.
"Kalau melihat dari data yang ada di 2025 dibandingkan dengan 2026, data 2026 ini agak sedikit meningkat," katanya.
Dia menjelaskan peningkatan kasus paling terlihat pada Agustus dan September 2026. Pada Agustus tercatat 3.297 kasus, sedangkan September mencapai 3.330 kasus.
Rata-rata kasus ispa pada Januari hingga Juli masih berada pada kisaran 2.000 kasus per bulan.
Jenny menjelaskan peningkatan kasus tersebut turut dipengaruhi kondisi lingkungan, termasuk kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan yang menghasilkan asap serta menurunkan kualitas udara.
Dinkes Kota Sorong juga mencatat kasus pneumonia. Pada 2025 tercatat 487 kasus, sedangkan pada 2026 tercatat 438 kasus.
"Kalau dibandingkan 2025 dan 2026, angkanya tidak terlalu berbeda jauh. Tetapi yang paling menonjol adalah ispa," ujarnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.