Disbudparekraf Mimika latih guru pelajari kesenian tradisional - ANTARA News Papua Tengah
Timika (ANTARA) - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memberikan pendidikan dan pelatihan kesenian tradisional kepada puluhan guru SMP, SMA, dan SMK di wilayah itu.
Kepala Disbudparekraf Kabupaten Mimika Elisabeth Cenawatin di Timika, Jumat, mengatakan pelatihan tersebut diikuti kurang lebih 70 guru dengan fokus pelatihan empat kesenian tradisional Suku Amungme dan Suku Kamoro yang dipelajari langsung dari para narasumber.
"Yang dipelajari para guru-guru dalam pelatihan ini adalah kesenian tradisional Suku Amungme dan Suka Kamoro meliputi merajut noken, membuat pahatan atau mengukir dari kayu, membuat mahkota (tutup kepala) dan membuat anyaman," ujarnya.
Ia mengharapkan para guru itu nantinya kembali ke sekolah masing-masing dapat mengajarkan kesenian tradisional yang telah dipelajari kepada anak-anak di sekolahnya.
Disbudparekraf Mimika juga mendorong kesenian tradisional ini masuk sebagai mata pelajaran muatan lokal yang nantinya dilaksanakan di masing-masing sekolah di Mimika.
"Kami akan membina sekolah dan membantu menyiapkan bahan-bahan mentah untuk bagaimana para guru yang sudah diajarkan ini mereka membina dan mendidik anak-anak ini bagaimana cara mengukir, menganyam, merajut di sekolah ," ujarnya.
Para guru dilatih oleh para narasumber dari Kota Jayapura dan para pelaku sanggar seni di Kabupaten Mimika. Pelatihan yang dilaksanakan sejak Selasa (21/9) hingga Sabtu (26/9).
Duta Noken Papua yang juga sebagai narasumber dalam pelatihan ini, Marshall Suebu, berharap materi dan pelatihan yang telah didapatkan ini dipraktikkan kepada anak-anak di sekolah.
"Ini kegiatan luar biasa, para guru sangat antusias selain pengetahuan tentang rajutan noken, ukiran Suku Kamoro, membuat mahkota dan ayaman mereka juga langsung praktik dan sudah ada hasilnya. Nanti bisa lihat hasil pada penutupan Sabtu (26/9) ," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan noken Papua yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebuah badan khusus dibawa naungan PBB yang fokus mengurus bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
"Noken ini satu satunya produk budaya asli Papua yang telah ditetapkan jadi warisan budaya dunia oleh UNESCO. Saya sebagai Duta Noken sangat berterima kasih kepada pemerintah Mimika melalui dinas ini yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ujarnya.
Ia berharap melalui pelatihan ini, para guru nantinya dapat mendidik dan melatih anak-anak di sekolah masing-masing memahami dan ikut melestarikan kesenian tradisional, terutama noken, ukiran khas Suku Kamoro, mahkota, dan anyaman.
"Kenapa sasaran kepada bapak ibu guru karena mereka yang nantinya akan mengarahkan, menuntun, dan mendidik siswa. Karena satu guru yang berasal dari satu sekolah yang jumlah siswanya mencapai ribuan peserta didik maka itu akan memberikan efek yang luar biasa," ujarnya.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.