kingsheadwye.com

Disdikbud Kaltim kembangkan ekosistem agribisnis sekolah - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berkomitmen mengembangkan ekosistem agribisnis sekolah melalui penguatan kompetensi siswa dan guru demi mencetak petani milenial yang adaptif.

"Pengembangan komoditas kopi dan pembukaan gerai edukasi ini memiliki potensi besar sebagai media praktik kewirausahaan siswa secara nyata," kata Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan di Samarinda, Kamis.

Upaya peningkatan ekosistem tersebut salah satunya diwujudkan melalui momentum pembukaan kembali unit usaha Agribisnis SPP Mart dan Coffee Shop di SMK Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Samarinda.

Keberadaan kedai kopi edukasi tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi produktif yang pengelolaannya dilakukan secara langsung bersama dengan para alumni sekolah.

"Siswa dapat mempelajari seluruh rantai bisnis kopi secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya di hulu, teknik pengolahan hasil panen, hingga strategi pemasaran produk," ujar Rahmat.

Melalui media praktik langsung ini, siswa tidak hanya dibekali dengan kecerdasan akademis semata, melainkan juga dibina agar memiliki etos wirausaha yang mandiri.

Langkah ini, menurutnya, dinilai strategis untuk mengubah paradigma pertanian tradisional menjadi sistem yang lebih modern dengan pemanfaatan teknologi tepat guna.

"Kami ingin menanamkan kepada seluruh siswa bahwa dunia pertanian modern saat ini telah berkembang pesat dan sangat menjanjikan peluang ekonominya," tutur Rahmat.

Pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis sekolah ini juga didukung oleh pemanfaatan optimal lahan milik sekolah sebagai sarana pembelajaran lapangan yang representatif.

Meskipun saat ini pemerintah daerah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, prioritas alokasi tetap diberikan kepada program-program peningkatan kompetensi vokasi.

"Kami tetap berkomitmen mengoptimalkan anggaran pendidikan untuk mendukung berbagai program kerja yang berdampak langsung terhadap keterampilan siswa," jelas Rahmat.

Penyelenggaraan berbagai pelatihan teknologi bagi guru juga terus dioptimalkan Disdikbud Kaltim untuk menyelaraskan kurikulum sekolah dengan dinamika kebutuhan industri modern.

Dia menyatakan sinergi antara pendidik yang kompeten dan fasilitas praktik yang memadai diyakini menjadi kunci utama dalam melahirkan lulusan vokasi yang unggul di era digital.

"Peningkatan kualitas sumber daya manusia guru merupakan faktor penting agar proses pembelajaran vokasi pertanian selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ucap Rahmat.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.