Disdikpora Cianjur ajak berbagai kalangan bantu pengadaan mebel sekolah - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengajak berbagai kalangan masyarakat dan perusahaan di Cianjur ikut serta membantu pengadaan mebel atau meja dan kursi untuk 1.400 ruang kelas SD dan SMP.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Jumat, mengatakan sebagian besar ruang kelas yang masih minim meja dan kursi sebagai penunjang proses belajar mengajar merupakan ruang kelas baru yang dibangun setelah gempa tahun 2022.
Sehingga saat ini belasan ribu siswa masih belajar di lantai karena kekurangan meja dan kursi layaknya sekolah lain di Cianjur, di mana berbagai upaya terus dilakukan agar fasilitas tersebut dapat terpenuhi.
"Tidak hanya sekolah rusak, saat ini 1.400 ruang kelas SD dan SMP di Cianjur, masih kekurangan mebel sehingga masih banyak siswa yang belajar di lantai karena meja dan kursi yang dimiliki masih minim di setiap ruang kelas," katanya.
Minimnya anggaran yang tersedia setiap tahunnya membuat pihaknya mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat, agar kebutuhan meja dan kursi di ribuan sekolah dapat terpenuhi sehingga siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Saat ini, ungkap dia, pemerintah tengah melakukan efisiensi termasuk di lingkungan Disdikpora, di mana efisiensi dialihkan untuk kegiatan sosialisasi, peningkatan kapasitas, dan pengadaan barang jasa.
Sehingga pihaknya mengimbau kepada satuan pendidikan, terutama kepada sekolah yang memiliki dana BOS yang mencukupi untuk melakukan pengadaan mebel secara mandiri, serta mengajak berbagai lapisan masyarakat terutama perusahaan ikut membantu.
"Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat hingga perusahaan swasta di Cianjur lebih peduli dengan dunia pendidikan, salah satunya berkontribusi dalam pengadaan mebel," katanya.
Tidak hanya kekurangan mebel, pihaknya mencatat lebih dari 2.000 ruang kelas di Cianjur yang dalam kondisi rusak mulai dari sedang hingga berat bahkan ambruk. Pihaknya menargetkan perbaikan dapat dilakukan secara bertahap setiap tahun.
"Tidak hanya kekurangan mebel, saat ini di Cianjur masih kekurangan ruang kelas karena banyak yang rusak dimakan usia dan bencana alam, harapan kami setiap tahun sekitar 400 ruang kelas dapat dibangun dari berbagai sumber dana," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.