Diskriminasi STY, Persija serahkan kasus ke komdis PSSI
Diskriminasi STY, Persija serahkan kasus ke komdis PSSI
Rabu, 23 September 2026 06:26 WIB
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong tiba saat perkenalan pelatih baru Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (8/6/2026). Persija Jakarta resmi mengontrak mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong dengan durasi tiga tahun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta (ANTARA) - Manajemen Persija Jakarta menyerahkan proses penyelesaian dugaan tindakan diskriminasi terhadap pelatih mereka, Shin Tae-yong (STY), kepada Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) untuk ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku.
"Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan," tulis pernyataan resmi Persija Jakarta di Jakarta, Selasa (22/9).
Insiden mencuat usai laga Persija Jakarta kontra Java United pada lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9). Meski Persija menang tipis 1-0, perhatian publik teralih pada ketegangan di area bangku cadangan kedua tim.
Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, diduga melontarkan ucapan diskriminatif kepada STY di pinggir lapangan. Dalam rekaman itu terdengar ucapan, "Kamu di sini hanya pendatang. Ini daerah saya," yang ditujukan kepada pelatih asal Korea Selatan itu.
Kendati potongan video itu memicu sorotan publik, konteks lengkap dari percakapan itu belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, Persija memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Komdis PSSI agar dapat ditelaah secara objektif berdasarkan fakta, bukti, dan aturan yang berlaku di sepak bola Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Persija serahkan penyelesaian dugaan diskriminasi terhadap STY ke PSSI
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.