kingsheadwye.com

Disparbud Garut memperkuat sukarelawan balawista di wisata pantai - ANTARA News Jawa Barat

Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat memperkuat sistem pengamanan di tempat wisata pantai dengan menyiapkan sukarelawan badan penyelamat wisata tirta (balawista) untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan mencegah kecelakaan laut menimpa wisatawan.

"Kita akan latih di September-Oktober ini, kita akan latih sukarelawan untuk menyiapkan sukarelawan balawista," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika di Garut, Senin.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki destinasi wisata pantai yang menjadi unggulan membentang dari kawasan perbatasan dengan Kabupaten Cianjur sampai Kabupaten Tasikmalaya.

Namun destinasi wisata pantai yang ada di Garut selatan itu, kata dia, tidak semuanya dikelola oleh Disparbud Garut, melainkan ada yang dikelola oleh pemerintah desa, sehingga ada yang belum menyiagakan balawista.

Ia menyampaikan, wisata pantai yang dikelola oleh desa ini yang nantinya akan disiapkan sukarelawan balawista untuk berjaga-jaga melakukan upaya antisipasi maupun penyelamatan apabila ada wisatawan mengalami kecelakaan laut.

"Sehingga, ini yang sedang kita intensifkan, kemarin kita kumpulkan seluruh kepala desa yang mengelola kepariwisataan untuk mulai menyiapkan balawista sukarelawan," katanya.

Ia berharap, sukarelawan balawista itu secepatnya dibentuk dan diberi pelatihan yang selanjutnya dapat bertugas memberikan pelayanan bagi wisatawan di seluruh destinasi wisata pantai di Garut.

Adanya sukarelawan itu, kata dia, semakin memberikan rasa aman, dan nyaman, terutama untuk memitigasi kecelakaan laut saat momentum melonjaknya wisatawan seperti sebentar lagi menjelang libur akhir tahun yakni Natal dan Tahun Baru.

"Sukarelawan balawista untuk penjagaan pantai menjelang nanti Natal dan Tahun Baru karena biasanya terjadi ledakan pengunjung," katanya.

Ia menambahkan, upaya memperkuat balawista di Garut setelah adanya insiden tiga wisatawan tewas tenggelam karena terbawa arus ombak saat berenang di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Selasa (25/8).

Destinasi wisata tersebut, kata dia, pengelolaannya tidak langsung oleh Disparbud Garut melainkan oleh pemerintah desa setempat, sehingga belum cukup intensif dalam pengawasan keamanan pantainya.

"Seperti kemarin kan kejadiannya di Karangpapak. Karangpapak memang tidak di bawah pengelolaan kita, tapi pada saat kejadian tetap kita bantu," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.