DKI siapkan jalur alternatif Kelapa Gading-Pulogadung sepanjang 1,8 km
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan jalur alternatif Kelapa Gading-Pulogadung sepanjang 1,8 kilometer guna memperkuat konektivitas Jakarta Utara dan Jakarta Timur sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan proyek tersebut telah direncanakan sejak 2006 dan mulai dikerjakan pada 2009.
Ia pun meminta Dinas Bina Marga memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang belum tuntas tetapi memiliki manfaat besar bagi mobilitas warga.
“Tempat-tempat yang belum selesai dan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kota, terutama transportasi, harus kita prioritaskan untuk diselesaikan. Termasuk jalan ini dan jalan di Pasar Minggu, karena memang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Pramono setelah meninjau proyek tersebut, Jumat.
Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung menjadi salah satu ruas yang terhubung dengan pintu masuk dari Bekasi ke Jakarta, sekaligus menghubungkan kawasan Rumah Sakit Gading Pluit dengan Terminal Pulo Gadung.
Setelah seluruh konstruksi selesai, ruas tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan jalur baru dan memperlancar pergerakan antarkawasan.
Selain jalan tembus, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan penataan infrastruktur di kawasan Kelapa Gading.
Penanganan mencakup fasilitas sosial dan fasilitas umum yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah serta perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak atau bergelombang, termasuk di sekitar Bundaran Kelapa Gading.
“Dengan penataan ini, mudah-mudahan Jakarta menjadi semakin baik dan juga kemacetan di Jakarta juga berkurang secara signifikan,” ungkap Pramono.
Baca juga: DKI targetkan penataan kawasan kumuh di Jakpus dengan AI rampung 2028
Baca juga: Rute Kelapa Gading-Manggarai aktif, jumlah rerata penumpang LRT naik
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.