DLH Tulungagung siapkan 10 ribu bibit untuk penghijauan lahan kritis - ANTARA News Jawa Timur
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menyiapkan 10 ribu bibit untuk penghijauan lahan kritis sebagai upaya memulihkan ekosistem sekaligus habitat burung yang terus mengalami penurunan.
Plt Kepala DLH Tulungagung Anang Pratistianto, di Tulungagung, Kamis, mengatakan kondisi lahan kritis di daerah tersebut mencapai sekitar 40 ribu hektare, dengan 3 ribu hektare di antaranya masuk kategori sangat kritis.
"Kondisi lahan kritis itu menyebabkan banyak habitat burung di Tulungagung yang terus mengalami penurunan," kata Anang.
Menurut dia, keberadaan burung dapat menjadi salah satu indikator kondisi ekosistem. Penurunan jumlah dan jenis burung menunjukkan adanya perubahan pada habitat dan lingkungan tempat satwa tersebut hidup.
Ia mencontohkan kondisi Hutan Kota (Huko) Tulungagung yang sebelumnya menjadi habitat puluhan jenis burung. Saat ini hanya sekitar tujuh jenis burung yang masih kerap singgah di kawasan tersebut.
Anang mengatakan pemerintah daerah menyiapkan program konservasi lahan kritis, salah satunya melalui penghijauan untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan mendukung pemulihan habitat satwa.
"Kami sudah siapkan konservasi lahan kritis. Salah satu upaya yang akan kami lakukan yakni dengan penghijauan," ujarnya.
Sebanyak 10 ribu bibit akan ditanam atau disebar di sejumlah kawasan lahan kritis di Tulungagung.
Pemulihan vegetasi diharapkan dapat memperbaiki kondisi lahan sekaligus menyediakan kembali habitat bagi burung dan satwa lainnya.
Selain penghijauan, DLH Tulungagung mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya konservasi agar penanganan lahan kritis dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Wilayah lahan kritis banyak kami temukan di wilayah selatan Tulungagung seperti Kecamatan Tanggunggunung dan Pucanglaban," katanya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.