kingsheadwye.com

Dokter PPDS Hilang Usai Tinggalkan RSUD Siak, Ditemukan Tewas di Semak Belukar

Bagikan:

SIAK – Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Riau, Selasa 14 Juli. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dokter residen tersebut.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan korban bernama Alex Cristo Loris (31), dokter residen anestesi yang sedang menjalani tugas belajar di RSUD Tengku Rafian.

Menurut Raja, korban dilaporkan hilang sejak Senin 13 Juli malam setelah keluar dari lingkungan rumah sakit. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), korban terlihat berjalan meninggalkan area RSUD sekitar pukul 18.06 WIB.

"Jasad korban ditemukan di samping pagar RSUD Tengku Rafian. Korban merupakan dokter yang sedang menjalani tugas belajar sebagai residen anestesi di rumah sakit tersebut," kata Raja Kosmos, Rabu 15 Juli.

Ia menjelaskan, korban baru mulai bertugas di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026 dan tinggal di mess rumah sakit. Setelah dinyatakan hilang, petugas keamanan bersama pihak rumah sakit melakukan pencarian sejak Senin malam.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB pada Selasa kemarin di semak belukar yang berada di samping pagar rumah sakit.

"Korban tinggal di mess rumah sakit. Korban sudah menghilang sejak Senin dan keluar dari rumah sakit pada pukul 18.06 WIB. Pencarian korban dilakukan sejak malam hari dan ditemukan oleh petugas keamanan. Handphone di dalam tas tidak aktif. Di lokasi juga ditemukan sejumlah barang pribadi, termasuk headset, ampul, dan alat suntik," ujarnya.

Petugas keamanan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polres Siak. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah untuk kepentingan penyelidikan.

BACA JUGA:


Raja mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi.

"Secara kasat mata kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Jenazah langsung kami kirim ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi," katanya.

Polres Siak masih menyelidiki kasus tersebut dan menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+