kingsheadwye.com

Donald Trump: Belum Ada Tanda Pengadilan Internasional Akan Menyelidiki Saya

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku belum ada informasi atau indikasi Pengadilan Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) berupaya menyelidiki atau menuntut dirinya. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat memimpin rapat kabinet yang disiarkan secara langsung dari Camp David pada Jumat 31 Juli waktu setempat.

"Tidak ada informasi mereka (ICC) mengincar saya," kata Trump.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkap ada lima negara yang mengumumkan rencana menarik diri dari ICC sejak AS meluncurkan kampanye terhadap lembaga internasional tersebut pada awal Juli. Menurut sang menlu, langkah itu diambil karena ICC dinilai mengancam kedaulatan AS.

Pekan ini, Chad menjadi negara terbaru yang memulai proses resmi untuk keluar dari ICC. Sebelumnya, Venezuela, Burkina Faso, Mali, dan Niger juga telah mengumumkan keputusan hengkang dari ICC.

Trump menjelaskan, kampanye pemerintahannya terhadap ICC bukan hanya untuk melindungi dirinya, melainkan sekaligus untuk membela Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pihak lain yang menjadi sasaran penuntutan pengadilan tersebut.

"Itu bisa saja terjadi, tetapi agar Anda tahu. Dia (Rubio) tidak mencoba membela saya. Rubio mencoba membela Netanyahu dan sejumlah orang lain. Tetapi ada banyak orang yang seharusnya tidak dipandang seperti itu. Saat ini tidak ada indikasi bahwa saya termasuk di antara mereka," tambah presiden berusia 79 tahun tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu 1 Agustus.

BACA JUGA:


Sebelumnya, Pemerintah AS berulang kali melontarkan kritik tajam terhadap ICC, terutama setelah pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sejumlah pejabat Israel, termasuk Netanyahu, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait agresi Israel di Gaza.

Sebagai informasi, mantan Jaksa ICC Karim Khan, yang menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, baru-baru ini diberhentikan dari jabatannya seiring tuduhan pelanggaran etika.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+