kingsheadwye.com

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengubah istilah "Artificial Intelligence" (AI) dan telah menyiapkan tiga usulan nama baru.

Dalam cuitannya di akun X pada Sabtu (19/8), Trump menyatakan bahwa banyak orang yang berpikir istilah "Artificial Intelligence" kurang tepat sasaran dan kaku. Menurutnya, istilah seperti "Superior Intelligence (SI)", "Extreme Intelligence (EI)" atau "Supreme Intelligence (SI)" lebih tepat.

"Banyak orang merasa istilah 'Artificial Intelligence' itu kurang akurat dan terdengar kaku. Sebutan yang jauh lebih elegan dan pas untuk fenomena baru ini adalah Superior Intelligence (SI), Extreme Intelligence (EI), Supreme Intelligence (SI)," tulis Trump di akun X pribadinya pada Sabtu (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seruan ini turut diunggah dalam platform media sosial besutannya sendiri, Truth Social.

Trump kemudian membuka polling di platform tersebut, memberikan pilihan kepada publik untuk menentukan nama terbaik untuk teknologi yang tengah berkembang pesat ini.

Namun, dari tiga nama tersebut, Trump mengeliminasi Supreme Intelligence dan meninggalkan dua opsi.

Menurut pantauan CNNIndonesia pada Senin (21/9) siang, saat ini istilah "Extreme Intelligence" mendapat suara terbanyak sebesar 50,2 persen.

"Ini adalah survei, dan saya akan sangat menghargai jika semua orang ikut memberikan suara! Menakah nama terbaik untuk "Revolusi" yang terus berkembang ini?" imbuhnya.

[Gambas:Twitter]

Mengutip Mashable, survei ini dibuat tak lama setelah Trump menyebut ketakutan masyarakat soal AI sebagai "hoaks" di media sosial pekan lalu. Ia turut menegaskan tidak akan menghambat perkembangan AI.

Pasalnya, langkah ini sejalan dengan antusiasme pemerintahannya dalam mengadopsi teknoligi tersebut.

Laporan dari New York Times menyebut Trump berencana untuk bertemu dengan para bos perusahaan AI pekan ini. Namun, perwakilan Gedung Putih mengklarifikasi bahwa belum ada jadawal pasti untuk pertemuan itu di kalender mereka pada Kamis (17/9).

Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO Sam Altman baru-baru ini justru sepakat bahwa pengembangan AI sebaiknya diperlambat. Keputusan ini menyusul mundurnya seorang peneliti Anthropic yang memberi peringatan bahwa AI bisa "membunuh manusia" pada akhir dekade ini.

Anggota parlemen lain di AS dilaporkan juga tengah berupaya membuat regulasi terkait AI. Pada Jumat (18/9), Gubernur California Gavin Newsom mengeluarkan perintah eksekutif untuk membentuk tim khusus guna memperketat aturan keselamatan AI di negara bagian tersebut.

Selain itu, seorang analis militer AS membuat dikabarkan membuat laporan palus menggunakan AI pada pekan lalu. Peristiwa ini disebut hampir memicu perang antara AS dengan China.

(nad/lom)