DPMPTK Bangka Tengah tunggu serapan 151 lowongan kerja Job Fair 2026 - ANTARA News Bangka Belitung
Koba, Babel, (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunggu laporan perusahaan terkait hasil seleksi 151 lowongan kerja yang dibuka dalam kegiatan Job Fair 2026.
Kepala DPMPTK Bangka Tengah Risaldi Adhari di Koba, Kamis, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil seleksi pemberkasan dan wawancara para pencari kerja yang mendaftar pada 15 perusahaan peserta Job Fair 2026.
“Jadi kami nanti menerima laporan dari pihak perusahaan jika para pelamar sudah dinyatakan lulus seleksi wawancara dan diterima bekerja,” ujarnya.
Ia mengatakan hingga kini baru satu pencari kerja yang melaporkan telah diterima bekerja melalui proses seleksi sesuai kompetensi dan kualifikasi pendidikan.
DPMPTK memberikan waktu hingga satu bulan ke depan kepada perusahaan untuk menyampaikan laporan mengenai pencari kerja yang dinyatakan diterima bekerja.
“Kita menunggu hingga satu bulan ke depan laporan dari pihak perusahaan terkait pencari kerja yang diterima dalam kegiatan job fair,” katanya.
Menurut dia, job fair yang digelar perdana pada 9 hingga 10 September 2026 mendapat sambutan baik dari masyarakat, khususnya para pencari kerja.
Kegiatan tersebut melibatkan 15 perusahaan dengan total kebutuhan 151 tenaga kerja baru dari berbagai posisi dan kualifikasi.
“Dari 15 perusahaan itu membuka sebanyak 151 lowongan kerja,” ujarnya.
Ia mengatakan job fair menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha berdasarkan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan.
Perusahaan juga dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja secara terbuka sehingga pencari kerja memperoleh informasi sesuai bidang dan kemampuan mereka.
“Ke depan kita gelar lebih baik karena job fair ini merupakan wadah sangat strategis dalam menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.
Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.