kingsheadwye.com

DPTPH Kaltim pacu pengendalian layu pisang demi amankan potensi ekspor - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur memacu penerapan strategi pengendalian penyakit layu pisang demi mengamankan potensi ekspor daerah.

"Penanganan penyakit layu tanaman pisang menjadi langkah penting mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi hortikultura sekaligus melindungi komoditas unggulan," kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Rabu.

Fahmi menjelaskan bahwa pengembangan komoditas pisang kepok grecek Kalimantan Timur merupakan salah satu proyek utama sektor hortikultura daerah, dengan produksi mencapai 129.386 ton per tahun dari data tahun 2025.

Langkah penguatan kapasitas kebun produktif dilaksanakan melalui ruang edukasi daring secara berkala bertajuk Rabu Sehati yang melibatkan para petani serta penyuluh.

"Strategi perlindungan kebun pisang difokuskan pada penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu guna mencegah risiko penurunan produksi akibat serangan penyakit," ujar Fahmi.

Berdasarkan evaluasi teknis tim ahli di lapangan, serangan penyakit layu pisang teridentifikasi dalam dua jenis utama yaitu layu bakteri dan fusarium.

Penanganan layu bakteri difokuskan pada pemangkasan bunga serta pangkas jantung pisang, sedangkan penanganan fusarium diarahkan pada kesehatan akar dan benih.

"Sanitasi peralatan kerja pertanian menjadi titik kritis utama yang wajib diperhatikan petani guna mencegah penularan penyakit di kawasan perkebunan," tutur Fahmi.

Pelaksanaan edukasi penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan diselenggarakan atas kolaborasi bersama jajaran Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementerian Pertanian serta UPTD PTPH Kaltim.

Langkah pencegahan dini serta pemantauan kebun secara intensif diproyeksikan mampu menekan risiko gagal panen di sentra produksi pisang seperti Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur.

"Sinergi erat antara pemerintah daerah, pakar ahli, dan kelompok tani menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pasokan ekspor pisang grecek," kata Fahmi.

Peningkatan kualitas mutu produk pisang lokal Kaltim terus didorong agar senantiasa memenuhi kriteria standar komoditas ekspor pasar mancanegara secara berkelanjutan.

DPTPH Kaltim berkomitmen memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian para petani lokal dalam mengelola kesehatan tanaman secara presisi.

"Kami optimistis kebun pisang yang sehat dan bebas penyakit mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus kesejahteraan para petani Kaltim," ucap Fahmi.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.